Mangupura, baliwakenews.com
Jalan Bali Cliff yang baru saja selesai ditata beberapa bulan lalu kini menyimpan teka-teki. Belasan grill penutup saluran air yang seharusnya melindungi aliran drainase, satu per satu raib entah ke mana.
Awalnya, kabar itu terdengar biasa. Namun ketika Ketua LPM Ungasan, I Made Nuada Arsana, menerima laporan dari kontraktor, pertanyaan besar pun muncul: apakah grill-grill itu benar-benar dicuri, atau ada faktor lain yang membuatnya hilang?
“Kalau memang dicuri, ini jelas kriminal. Saya sudah sarankan agar segera dilaporkan ke polisi, supaya bisa dilacak siapa pelakunya,” ujar Nuada, Kamis (21/8/2025).
Hilangnya fasilitas publik ini bukan sekadar urusan besi yang raib. Warga mulai resah. Lubang saluran terbuka tanpa penutup bisa menjadi jebakan berbahaya. Bayangkan, seorang pengendara motor melintas di malam hari tanpa sadar ada lubang menganga di depannya. Satu benturan saja bisa berakhir dengan kecelakaan.
Tak hanya itu, grill yang hilang juga bisa memperparah risiko banjir. Tanpa penutup, sampah lebih mudah masuk dan menyumbat saluran. Ketika hujan deras turun, air bisa meluap dan merendam jalan yang baru saja ditata.
Nuada mengakui pihak desa belum tahu persis kapan grill-grill itu mulai hilang. “Proses pemasangan lebih banyak ditangani kontraktor dan Dinas PUPR Badung. Jadi kami masih menunggu informasi lebih detail,” tambahnya.
Di sisi lain, warga bertanya-tanya: mengapa fasilitas publik yang baru dipasang bisa hilang begitu cepat? Apakah ada oknum yang sengaja mengambil untuk dijual sebagai besi tua? Atau ada kelemahan dalam pengawasan proyek pasca-selesai?
Hingga kini, kasus ini masih tanda tanya. Yang jelas, lubang-lubang terbuka di sepanjang Jalan Bali Cliff kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. BWN-04

































