“Menggugat” Keseriusan Petani dan Pemerintah

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Dampak pandemi Corona Virus Deasis 2019 (Covid-19), banyak para pekerja pariwisata yang dirumahkan cenderung memilih pertanian sebagai aktivitas cadangan. Akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar) Dr. Ir I Gede Pasek Mangku, MP., Selasa (2/6) mengakui terjadinya fenomena ‘petani dadakan’ tersebut. Hanya saja ia mensinyalir sebagian para petani di Bali kurang serius menekuni pertanian.

Sektor pertanian kerap menjadi bantalan jika pariwisata terganggu. Kalau pariwisata kembali normal, ia memprediksi sektor yang dianggap kurang mampu memberikan kesejahteraan ini akan kembali ditinggalkan.

Baca Juga:  Kakanreg X BKN Apresiasi Pelaksanaan SKD CPNS di Buleleng

Pasek Mangku, mengajak mereka yang terjun sebagai petani untuk lebih serius lagi, mengingat potensi pertanian sangatlah besar. “Mantan orang pariwisata yang dapat income lumayan, sekarang tiba-tiba jadi petani dengan lahan di bawah 10 are, pasti hasilnya jauh dari penghasilan di pariwisata. Saya yakin mereka akan memilih kembali kerja di bidang pariwisata,” kata Pasek Mangku, di Denpasar.

Baca Juga:  Korban Pengeroyokan Brutal di Taman Pancing Dirawat Intensif di Rumah Sakit

Menurut Pasek Mangku, ketidak seriusan petani Bali terlihat dari harga dan kualitas hasil panen yang kalah bersaing dari produk pertanian luar, misalnya pisang. Pisang yang datang dari luar Pulau Dewata harganya lebih murah dan kualitas cenderung lebih unggul dibandingkan pisang dari Bali. Hal tersebut dikatakan karena petani Bali tidak konsisten, tidak ada kontinyuitas penanaman.

Pasek Mangku yang baru saja menyelesaikan studi Doktor di Universitas Udayana, tersebut mengakui perhatian pemerintah sudah maksimal. Berbagai program bantuan telah dikucurkan kepada kelompok tani. Jumlahnya pun tergolong besar.

Baca Juga:  Edarkan 1 Kg Ganja, Janda dan Kekasihnya Ditangkap 

Namun akademis dari Buleleng ini menyayangkan masih lemahannya proses pendampingan. Seharusnya pemerintah terus melakukan pendampingan hingga suatu kelompok benar-benar mandiri, barulah menyasar kelompok lain.*BW-09

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR