Mangupura, baliwakenews.com
Di balik tenangnya Desa Adat Mambal, Kecamatan Abiansemal, Badung, tersimpan kegelisahan yang belum mereda sejak tiga tahun terakhir. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang selama puluhan tahun menjadi tumpuan ekonomi krama adat, mendadak diguncang dugaan korupsi ratusan miliar rupiah. Publik terbelalak ketika penyidik Satreskrim Polres Badung menemukan indikasi praktik sistematis: perjanjian kredit fiktif, restrukturisasi berulang tanpa sepengetahuan nasabah, hingga pengalihan agunan yang tak pernah diketahui pemiliknya.
Nama yang paling disorot adalah Kepala LPD Adat Mambal, I Wayan Adi Wirawan, 56 tahun. Ia menjadi terlapor utama sejak kasus ini resmi diusut lewat laporan polisi pada 29 November 2022. Sejak itu, proses panjang bergulir. Sebanyak 58 saksi diperiksa, termasuk 38 debitur dan auditor dari Kantor Akuntan Publik (KAP) I Wayan Ramantha. Puluhan dokumen agunan turut diamankan: 87 berkas kredit, 17 sertifikat tanah, satu sertifikat hak tanggungan, dan 49 BPKB kendaraan.
Audit awal mencatat potensi kerugian fantastis, lebih dari Rp 211,8 miliar. Namun proses pembuktian sempat tersendat setelah auditor utama, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, meninggal pada April 2024. KAP yang dipimpinnya terblokir, membuat audit investigatif tak dapat dilanjutkan. Penyidik kini menunjuk auditor baru, KAP Dony & Rekan, yang meminta waktu tambahan untuk menyelesaikan pemeriksaan.
Penundaan audit membuat penetapan tersangka tertunda, meski bukti awal dinilai cukup kuat. Polres Badung telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Badung, KPK, PPATK, dan Kortas Tipidkor Polri untuk memperkuat pembuktian, termasuk penelusuran aliran dana dan persiapan penyitaan aset.
“Kami menunggu laporan final audit investigatif untuk dasar penetapan tersangka. Semua pihak yang diduga terlibat akan diproses,” tegas Kapolres Badung, AKBP M. Arif Batubara.
Bagi masyarakat adat, kasus ini bukan sekadar angka. Dana yang seharusnya menjadi benteng ekonomi banyak keluarga, justru terancam menjadi abu. Publik kini menunggu akhir cerita: apakah keadilan akan pulih, atau kepercayaan terhadap lembaga adat akan runtuh bersama angka ratusan miliar yang belum jelas ujungnya. BWN-01

































