Tanjung Benoa, baliwakenews.com
Desa Adat Tanjung Benoa kembali melaksanakan pembagian daging dan uang bumbu ke krama. Pembagian daging dan uang bumbu yang rutin dilakukan setiap Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini jumlahnya meningkat. Dimana daging ayam yang dibagikan sebelumnya sebanyak 1 ekor meningkat menjadi 2 ekor. Demikian juga uang bumbu yang sebelumnya sebesar Rp 50 RIbu meningkat menjadi Rp 100 RIbu.
Peningkatan jumlah ini disambut antusias Tokoh dan masyarakat Tanjung Benoa. Seperti Apresiasi yang disampaikan Kelian Banjar dan Kaling Purwasanthi, I Made Tromat dan Made Jayana. Tromat menyampaikan terimakasih kepada Bendesa Adat dan Prajuru serta LPD atas pembagian daging dan uang bumbu yang meningkat tersebut. Hal ini tidak terlepas dari meningkat nya wisatawan yang datang ke wisata Bahari.
Hal senada disampaikan Kaling Made Jayana. Pihaknya sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan Bendesa Adat Tanjung Benoa dan LPD yang telah kembali membagikan daging dan uang menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan ini. Dia berharap pariwisata semakin membaik sehingga bantuan seperti ini terus berlanjut dan semakin meningkat.
Bendesa Adat Tanjung, Made Wijaya yang Juga pemilik Pandawa Water Sport memang sejak awal optimis jika perhelatan KTT G20 berjalan lancar akan berdampak pada kunjungan wisatawan ke Water Sport Tanjung Benoa. “Saya sejak awal optimis jika KTT G20 berhasil baik pasti akan berdampak pada kunjungan wisatawan ke sini (Tanjung Benoa),” ujarnya.
Hal ini kini mulai terbukti dengan terus meningkat nya kunjungan sehingga program di Desa Adat Tanjung Benoa mulai bisa dilaksanakan. Setelah sempat 2,5 Tahun dilanda pandemi covid 19 yang membuat semua usaha menjadi sepi. “Sekarang Para pengusaha sudah mulai memanggil karyawan mereka yang dirimahkan untuk bekerja kembali,” ujar Tokoh yang akrab disapa Yonda tersebut.
Bahkan kata dia kunjungan ke water sport Tanjung Benoa sudah mendekati normal. Ditanya jumlah kunjungan Saat ini, Yonda mengungkapkan kalau Saat normal sebelum pandemi kunjungan berkisar 5000 orang per hari. Sedangkan Saat ini jika dirata-ratakan untuk seluruh usaha sudah diangka 3000 pengunjung per hari.
Berbagai upaya mensejahterakan krama memang terus dilakukan Desa Adat Tanjung Benoa di bawah pimpinan Bendesa Adat Tanjung Benoa. Terakhir selain menyiapkan santuna kematian, Desa Adat juga menelorkan terobosan dengan memberikan bantuan dan upakara kematian sebesar Rp 15 Juta. Pantauan Kamis (5/1) kunjungan ke Wisata Bahari Tanjung Benoa masih tetap ramai meski liburan Nataru mulai berakhir. BWN-04

































