Mangupura, baliwakenews.com
Sudah setahun lebih, sejumlah kursi penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung dibiarkan kosong. Total ada 10 jabatan setingkat kepala dinas yang hingga kini belum memiliki pejabat definitif dan hanya diisi pelaksana tugas (Plt).
Salah satu yang paling disorot adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Jabatan strategis ini kosong sejak Januari 2025, setelah pejabat sebelumnya, Ida Bagus Surya Suamba, dilantik menjadi Sekretaris Daerah Badung. Sejak itu, roda kebijakan infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat dikendalikan tanpa nahkoda definitif.
Tak hanya PUPR, kondisi serupa juga dialami sejumlah OPD lain yang perannya bersentuhan langsung dengan pelayanan publik dan ekonomi masyarakat. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, hingga Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan. Ada pula jabatan strategis seperti Sekretaris DPRD Badung, BKPSDM, serta dua posisi asisten daerah yang hingga kini masih kosong.
Di tengah dinamika pembangunan dan tuntutan pelayanan yang kian kompleks, kekosongan jabatan ini memunculkan pertanyaan publik, sejauh mana pelayanan bisa berjalan optimal jika pimpinan definitif belum juga hadir?
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat ditemui di Puspem Badung, Selasa (6/1), menegaskan bahwa proses pengisian jabatan sebenarnya sudah berjalan. Namun, pemerintah daerah memilih langkah bertahap.
“Pengisian jabatan sudah berproses. Akan dilakukan mutasi terlebih dahulu, baru kemudian pengisian jabatan yang kosong,” ujarnya.
Menurut Adi Arnawa, mutasi menjadi bagian dari upaya penyegaran birokrasi, terutama bagi pejabat yang sudah terlalu lama menduduki satu posisi.
“Mutasi ini untuk penyegaran, supaya tidak jenuh. Setelah itu baru kita isi jabatan yang masih kosong,” jelasnya.
Sementara proses administrasi terus berjalan, publik berharap kekosongan ini tidak berlarut-larut. Sebab, di balik jabatan-jabatan struktural itu, ada pelayanan, kebijakan, dan kepentingan masyarakat Badung yang terus menunggu kepastian. BWN-05
































