Mangupura, baliwakenews.com – Jaringan penerbangan internasional dari Bali semakin luas. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kini memiliki tambahan konektivitas langsung menuju salah satu destinasi pariwisata utama Thailand, setelah TransNusa resmi membuka rute Bali (DPS)-Phuket (HKT), Rabu (9/9).
Rute baru ini sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata Indonesia menuju kawasan Asia Tenggara. Kehadiran penerbangan langsung Bali-Phuket juga membuka peluang bagi wisatawan untuk mengemas perjalanan ke dua destinasi kelas dunia tersebut dalam satu rangkaian wisata atau konsep multi-destination tourism.
Penerbangan perdana (inaugural flight) TransNusa menuju Phuket International Airport berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 11.40 WITA. Pesawat dengan nomor penerbangan 8B541 tersebut mengangkut 174 penumpang dan tiba di Phuket pada pukul 14.09 waktu setempat.
Sementara itu, untuk rute sebaliknya, penerbangan dengan nomor 8B542 dijadwalkan tiba di Bali pada pukul 21.35 WITA.
Rute Bali-Phuket-Bali tersebut akan dilayani setiap hari, dengan frekuensi tujuh penerbangan dalam sepekan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan pembukaan rute Bali-Phuket menjadi momentum positif untuk memperkuat konektivitas udara antara Indonesia dan Thailand.
Menurutnya, Bali dan Phuket sama-sama memiliki posisi strategis dalam peta pariwisata global. Kedua destinasi tersebut mempunyai karakteristik dan daya tarik yang mampu menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
“Pembukaan rute direct Bali-Phuket ini menjadi kabar baik bagi penguatan konektivitas pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Bali dan Phuket merupakan dua destinasi pariwisata kelas dunia yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan internasional. Dengan adanya konektivitas langsung ini, kami berharap perjalanan wisatawan antara kedua destinasi menjadi semakin mudah dan nyaman, sekaligus membuka peluang pertumbuhan trafik wisatawan antara Indonesia dan Thailand,” ujar Nugroho Jati.
Menurut Nugroho, kemudahan akses antardestinasi juga berpotensi mendorong wisatawan memperpanjang masa perjalanan dengan mengunjungi lebih dari satu destinasi.
Konsep tersebut memberikan pilihan lebih luas, tidak hanya bagi wisatawan mancanegara, tetapi juga wisatawan dari Indonesia maupun Thailand yang ingin menikmati pengalaman wisata di kedua destinasi.
“Kami melihat rute ini memiliki potensi untuk memperkuat posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai hub pariwisata Indonesia. Semakin mudah akses antardestinasi, semakin besar pula peluang wisatawan untuk memperpanjang perjalanan dan menikmati lebih banyak pengalaman,” katanya.
Ia berharap konektivitas Bali-Phuket dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat di Indonesia, khususnya Bali.
Dengan beroperasinya rute tersebut, TransNusa menjadi maskapai kedua yang melayani penerbangan langsung dari Bali menuju Phuket. Sebelumnya, Indonesia AirAsia telah melayani rute serupa dengan jadwal dua penerbangan setiap hari.
Penambahan rute Bali-Phuket tersebut semakin memperkuat jaringan penerbangan internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Saat ini, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah terhubung dengan 42 rute internasional di 16 negara yang dilayani oleh 44 maskapai penerbangan.
“Kami ucapkan selamat kepada TransNusa dan seluruh pihak terkait atas beroperasinya rute baru ini. Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan sepenuh hati kepada seluruh pengguna jasa bandara,” ujar Nugroho.
Ia berharap penambahan rute baru tersebut dapat memenuhi ekspektasi pengguna jasa dengan semakin banyaknya pilihan destinasi yang terhubung secara langsung dengan Bali.
Dengan adanya penerbangan langsung setiap hari, wisatawan kini tidak hanya mendapatkan alternatif akses baru menuju Thailand dari Bali, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk menggabungkan Bali dan Phuket dalam satu perjalanan wisata, sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata antarnegara di kawasan Asia Tenggara. BWN-04






























