Jelang Hari Raya Galungan BBPOM Lakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar melaksanakan intensifikasi pengawasan pangan, sampling dan uji bahan berbahaya pada pangan menjelang Hari Raya Galungan berlokasi di Pasar Kreneng, Denpasar, Senin 17 November 2025. Sidak dipimpin langsung Kepala BBPOM di Denpasar, Dra. I GA Adhi Aryapatni, Apt.

Kegiatan bertujuan memberikan jaminan keamanan produk pangan dari penggunaan bahan berbahaya sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Tim BBPOM di Denpasar mengambil 22 sampel produk pangan dari pedagang, seperti jajan tradisional, ikan teri, cumi-cumi, terasi, dan pangan lainnya. Ada 10 sampel pangan untuk cek pewarna merah, 6 sampel cek kandungan formalin, 3 sampel cek boraks dan 3 sampel untuk cek pewarna kuning.

Setelah uji yang dilakukan secara langsung di lapangan, diperoleh hasil bahwa terdapat 6 produk pangan yang tidak memenuhi syarat keamanan, terdiri dari 3 produk mengandung formalin yaitu teri medan dan cumi setengah basah, serta 3 produk positif mengandung Rhodamin B yakni terasi lombok dan terasi tanpa izin edar.

Baca Juga:  Mengapa Orang Bali Cenderung Memiliki Sifat Iri Hati terhadap Sesama?

“Temuan ini kita sampaikan ke pengelola pasar yang punya fasilitator untuk mengawasi tidak hanya saat hari raya, hal ini juga bisa menjadi bahan evaluasi dan ke depan bisa dilakukan monitoring lebih intens bersama tim Dinkes, nanti kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut”, ujar Aryapatni.

Lebih lanjut Aryapatni mengatakan terkait terasi, hasil uji langsung disampaikan kepada pedagang bersangkutan agar menghentikan penjualan produk tersebut.

“Kami lakukan pembinaan ke pedagangnya, kami tidak melakukan pemusnahan produk karena mereka pedagang kecil, tapi kita akan cari tahu di mana supliernya, apakah di Lombok atau di mana, karena di Bali sudah pasti tidak ada produksi terasi, jadi kita telusuri ke hulu, jika di luar Bali maka kami akan koordinasi dengan BBPOM di daerah setempat,” tandasnya.

Baca Juga:  Persiapan KTT G20, Kemendagri Dorong Percepatan Penanganan Sampah di Bali

Aryapatni menyampaikan lebih lanjut, bahwa BBPOM di Denpasar memiliki inovasi BABE AMIN (Bali Bebas Rhodamin B). Sebagai implementasinya, pada kesempatan ini dilakukan sampling dan uji terhadap beberapa jenis jajan tradisional yang biasanya digunakan sebagai sarana sesajen. Hasilnya negatif atau aman dikonsumsi.

“Kami ingatkan kembali kepada masyarakat untuk cerdas membeli produk obat dan makanan agar aman dikonsumsi melalui cek KLIK, yaitu cek Kemasan masih utuh, baca Label produk, ada Izin Edar dan cek Kadaluarsa, ” ucapnya menginginkan.

Baca Juga:  Wagub Cok Ace Dukung Bali Kembangkan Pariwisata Kesehatan

Sementara itu Kepala Pasar Unit Kreneng, I Gusti Ngurah Arya Kesuma mengatakan guna menindaklanjuti hasil temuan dari BBPOM, pihaknya akan langsung turun ke lapangan untuk menemui para pedagang yang menjual produk-produk pangan yang terindikasi tidak aman dikonsumsi.

“Kami akan suruh stop dulu penjualan produk tersebut, karena untuk penyitaan kami belum ada perintahnya, jadi kami sebatas memberikan teguran dan pembinaan, namun kami akui kerap kali ada pedagang yang kucing-kucingan alias bandel,” pungkasnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR