Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur Nyejer 11 Hari! Ribuan Umat Diprediksi Padati Pura Ulun Danu Batur

Iklan Home Page

Bangli, Baliwakenews.com

Rangkaian suci Ngusaba Kadasa 2026 di Pura Ulun Danu Batur memasuki fase penting. Seluruh pratima dan pralingga Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur resmi nyejer selama 11 hari, mulai 1 hingga 12 April 2026.

Momentum sakral ini diawali dengan upacara Bakti Pangodal yang digelar oleh Desa Adat Batur pada Rabu (1/4/2026). Seluruh pratima dan pralingga Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur diturunkan dari palinggih masing-masing dan disetanakan di Jero Agung (Bale Pangaruman) Utama Mandala Pura.

Ngusaba Kadasa tahun Saka 1948 atau 2026 telah berlangsung sejak 20 Maret 2026 dan akan berakhir pada 16 April 2026. Puncak upacara dilaksanakan tepat pada Purnama Kadasa yang jatuh pada 2 April 2026.

Selama Ida Bhatara nyejer, sejumlah upacara inti akan digelar, di antaranya:
Bakti Pangodal, Pangangsuh, Ngadegang dan Mlaspas (1 April)
Pepada Agung dan Pucak Ngusaba (2 April)
Wayon Agung dan Pepada Penek (3 April)
Wayon Alit dan rangkaian Nebengin hingga Maider Gita (4 April)

Baca Juga:  Ketika Para Dewa Kembali ke Gunung Agung

Pangemong Pura Ulun Danu Batur sekaligus Manggala Karya Ngusaba Kadasa 2026, Jero Gede Duhuran Batur mengimbau umat agar mengikuti mekanisme panitia.

“Ida Bhatari Batur nyejer selama 11 hari. Umat dipersilakan sembahyang dengan tertib dan mengikuti arahan panitia, terutama terkait lalu lintas dan keamanan,” ujarnya.

Seperti tahun sebelumnya, tantangan utama pelaksanaan Ngusaba Kadasa adalah keterbatasan lahan parkir di kawasan pura. Panitia pun telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan pemedek.

Selain itu, panitia juga menegaskan komitmen mengurangi sampah plastik selama pelaksanaan upacara.

Baca Juga:  Gempa 4,8 SR Landa Karangasem, BPBD Himbau Masyarakat Tetap Tenang Namun Waspada

Jero Penyarikan Duuran Batur menegaskan umat diminta membawa tempat tirta sendiri yang dapat digunakan berulang kali.

“Kami tidak menyediakan plastik untuk tirta. Umat dimohon membawa wadah sendiri untuk menjaga kesucian dan kebersihan kawasan pura,” tegasnya.

Ngusaba Kadasa tahun ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun peristiwa Rarud Batur 1926.

Peristiwa Rarud Batur merupakan relokasi Desa Batur akibat letusan dahsyat Gunung Batur pada 3 Agustus 1926 yang menghancurkan permukiman lama.

Sebagai bentuk refleksi sejarah, panitia menghadirkan berbagai elemen edukasi seperti:
Rekonstruksi dekorasi visual masa lalu
Pameran foto sejarah Batur
Videotron narasi budaya
Simbol Baris Batur di kawasan desa

Baca Juga:  Wujudkan "Satya Nangun Swabhawaning Rna",Yowana KSTD salurkan Bantuan ke Serokadan

Ketua Panitia Rarud Batur, Guru Nengah Santika menyebut peringatan 100 tahun Rarud Batur akan digelar Agustus 2026 mendatang.

“Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah penting bagi masyarakat Batur setelah relokasi besar akibat letusan Gunung Batur,” jelasnya.

Ngusaba Kadasa dikenal sebagai ritual memohon kesuburan dan kesejahteraan Bali, sebagaimana tertuang dalam lontar Usana Bali dan Rajapurana Batur.

Upacara ini diyakini sebagai momentum memohon anugerah dari Ida Bhatari Dewi Danuh sebagai penjaga keseimbangan alam Bali.

“Mari bersama memohon tuntunan Ida Bhatari Batur agar Bali selalu damai dan sejahtera,” pungkas Jero Gede Duhuran Batur. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR