HUT ke-68 Bali, Koster Tekankan Pengabdian Tulus: “Kepentingan Masyarakat Harus di Atas Segalanya”

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bali harus menempatkan ketulusan, integritas, dan kepentingan masyarakat sebagai landasan utama dalam menjalankan pelayanan dan pengabdian.

Pesan tersebut disampaikan Koster saat memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (14/8/2026).

Mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali, peringatan Hari Jadi ke-68 Bali menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Koster mengatakan pelayanan publik tidak boleh hanya berorientasi pada rutinitas pemerintahan. Setiap kebijakan dan pekerjaan harus dilandasi ketulusan hati, integritas, semangat gotong royong, serta tanggung jawab terhadap masa depan Bali.

“Setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang kita lakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegas Koster.

Menurutnya, semangat tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Bali Era Baru, yakni Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, sekaligus berkelanjutan secara sekala-niskala.

Baca Juga:  Operasi Zebra, Satlantas Polresta Denpasar Bagikan 300 Masker Gratis 

Dalam pidatonya, Koster juga menyoroti sejumlah capaian pembangunan Bali yang dinilai menjadi fondasi penting bagi arah pembangunan jangka panjang.

Salah satunya adalah keberhasilan memperjuangkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, yang diundangkan pada 4 Mei 2023.

Menurut Koster, regulasi tersebut memiliki arti strategis karena memberikan pengakuan terhadap keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, kebudayaan, serta kearifan lokal Bali.

UU tersebut kemudian menjadi payung hukum bagi penyelenggaraan pembangunan Bali yang dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125.

Haluan tersebut ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 dan telah dipasupati di Pura Penataran Agung Besakih pada 19 Agustus 2023.

Koster menegaskan periode 2025–2030 menjadi momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Baca Juga:  Inovasi BAJRA Desa Darmasaba Jadi Inspirasi Penanggulangan Rabies di Asia

“Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali lima tahun ke depan akan menjadi fondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang zaman,” ujarnya.

Pembangunan Bali 100 tahun ke depan diarahkan melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Visi tersebut, kata Koster, diarahkan untuk menjaga keseimbangan kekuatan alam, manusia, dan kebudayaan Bali dengan berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi.

Sementara pembangunan periode 2025–2030 difokuskan pada sejumlah bidang prioritas. Di antaranya adat, agama, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal.

Prioritas lainnya mencakup kesehatan, pendidikan, pemuda, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan.

Di sektor ekonomi, pemerintah mendorong transformasi melalui Ekonomi Kerthi Bali, disertai pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara serta penguatan sistem transportasi.

Sektor lingkungan, hutan, energi dan keamanan Bali juga menjadi perhatian utama.

Baca Juga:  Kadisdikpora Badung “Diserbu” Curhatan Guru, Masalah Sekolah Dibongkar di Safari Pendidikan

Seluruh agenda tersebut, menurut Koster, harus dilaksanakan secara terpadu melalui semangat gotong royong agar Bali mampu berkembang sebagai pulau yang berkualitas dan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk menuju Bali sebagai pulau digital.

Koster menekankan pembangunan Bali tidak boleh berjalan parsial. Pola Pembangunan Semesta Berencana harus memastikan pembangunan berlangsung terintegrasi, terencana, menyeluruh dan terarah dalam satu kesatuan wilayah.

“Ini adalah pembangunan satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola,” tegasnya.

Apel peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tersebut diikuti seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Bali. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan kembali bahwa pembangunan Bali tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga identitas, budaya, lingkungan, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat Bali. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR