Denpasar, biwakenews.com – Menjelang Hari Raya Galungan, harga nangka muda di pasar-pasar tradisional Bali melonjak tajam. Jika biasanya satu biji nangka muda dijual Rp 10 ribu, kini harganya menembus Rp80 ribu.
“Sudah biasa kalau dekat Galungan begini harganya naik, tapi sekarang naiknya lumayan ekstrem,” kata Ni Luh Komang, seorang ibu rumah tangga yang ditemui di salah satu pasar di Denpasar, Selasa pagi (22/4).
Ia tampak menawar dengan sabar, meski pedagang hanya bisa geleng kepala. “Kami juga beli dari pengepul sudah mahal,” jawab seorang pedagang.
Nangka muda adalah bahan utama dalam pembuatan lawar dan jukut be siap, hidangan tradisional Bali yang selalu hadir dalam perayaan Galungan. Permintaan yang melonjak membuat pasokan dari petani tak mampu mengejar.
Putu Wira, seorang petani dari Tabanan, mengaku ladangnya tak sanggup memenuhi permintaan para tengkulak. “Banyak yang datang nyari dari dua minggu lalu. Pohon kami belum sempat berbuah lagi,” ujarnya.
Lonjakan harga bahan pokok menjelang hari besar bukan hal baru. Namun bagi warga yang harus menyiapkan sesajen dan hidangan persembahan, ini jadi dilema tahunan, antara tradisi dan kantong yang menipis. BWN-01

































