Denpasar, baliwakenews.com
Bencana banjir bandang yang terjadi Rabu 10 September 2025, memberi dampak luar biasa terhadap masyarakat Bali. Untuk meringankan duka akibat bencana ini, Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Wali Kota Denpasar, I.G.N Jaya Negara, sejumlah pejabat dan stakeholder terkait menyerahkan bantuan sebesar Rp 3.424.500.000, pada Kamis 18 September 2025.
Bantuan ini mencakup perbaikan sarana prasarana perekonomian dan santunan penguatan ekonomi Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Masing-masing bantuan diserahkan Rp 10 juta untuk perbaikan tujuh puluh dua (72) kios kepada 42 pemiliknya (terdapat 1 orang tercatat memiliki 2 kios) dengan total 720 juta, diserahkan juga uang Rp 5 juta untuk perbaikan seratus empat puluh delapan (148) LOS yang dimiliki oleh 51 orang dengan total Rp740 juta, serta diserahkan juga bantuan Rp 3 juta kepada 280 pedagang untuk empat ratus delapan belas (418) dagangan yang ada di pelataran. Total bantuan perbaikan sarana dan prasarana perekonomian dan santunan penguatan ekonomi Pasar Badung dan Pasar Kumbasari yang diserahkan kepada 373 pedagang adalah 2.714.000.000.
Selain 2.714.000.000 bantuan untuk sarana dan prasarana kios, LOS dan dagangan di pelataran, juga diserahkan bantuan Rp710.500.000 untuk perbaikan pura, yaitu Pura Taman Beji Rp 429.500.000 dan Pura Melanting Rp281.000.000.
Akibat banjir ini ada 18 orang yang meninggal, 12 orang dari Denpasar, 1 orang dari Badung, 2 orang dari Jembrana dan 3 orang dari Gianyar. Bagi korban meninggal di serahkan bantuan kepada ahli waris masing-masing Rp15 juta dari bantuan pusat, Rp15 juta dari bantuan pemerintah Provinsi Bali dan Rp15 juta dari pemerintah Kota Denpasar.
“Perbaikan pasar harus segera ditata kembali. Kios, los atau pelatarannya yang rusak segera diperbaiki agar bisa beroperasi kembali. Para pedagang harus kembali merasakan kenyamanan berjualan di pasar Badung dan Kumbasari,” ucap Koster berpesan.
Selain itu, Gubernur juga memotivasi para pedagang agar tetap semangatnya menjalani kembali aktivitas berjualan. Dan hal utama yang dipesan Gubernur dua periode ini yakni warga korban bencana harus tetap menjaga kesehatan, agar bisa terus beraktivitas untuk masa depan keluarga tercinta.
Imbauan Sumbangan Sukarela ASN
Dalam wawancara, Koster menjawab pertanyaan media terkait adanya imbauan donasi secara gotong royong kepada para ASN. Koster menegaskan bahwa donasi atau sumbangan yang tertulis nilai uangnya tersebut merupakan sumbangan sukarela gotong royong bencana, yang nantinya akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak banjir. Imbauan sumbangan ini tanpa surat keputusan (SK) lantaran bersifat sukarela dan tidak memaksa.
“Ini kenapa sudah tercantum nilai uangnya, karena disesuaikan dengan jabatan mereka. Dan ini adalah sumbangan sukarela, jika mau menyumbang ya silahkan, jika tidak mau menyumbang pun ya tidak apa-apa, itu tidak dipaksa,” tegasnya. BWN-03

































