Fraksi Golkar DPRD Badung Dorong Optimalisasi CAS Petang, Solusi Tekan Inflasi dan Lindungi Petani Saat Panen Raya

Iklan Home Page

Petang, baliwakenews.com


Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Badung mendorong optimalisasi pemanfaatan fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS) berkapasitas 20 ton di Kecamatan Petang sebagai instrumen strategis untuk menekan inflasi daerah sekaligus melindungi petani dari anjloknya harga komoditas saat musim panen.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Badung, I Gusti Ngurah Saskara, saat mengunjungi fasilitas CAS di Pasar Petang, Selasa (9/6) bersama anggota Fraksi Golkar DPRD Badung I Nyoman Artawa. Kunjungan tersebut turut didampingi Bagian Pengadaan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Agung Widiantara.

Menurut Saskara, fasilitas yang dibangun Pemerintah Kabupaten Badung pada periode 2018-2019 tersebut sejak awal dirancang sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi melalui penyimpanan komoditas pertanian yang memiliki fluktuasi harga tinggi.

“Hari ini kami berada di CAS Petang untuk melihat secara langsung sejauh mana keberadaan fasilitas ini mampu berkontribusi terhadap tujuan awal pembangunannya, yaitu membantu petani menyimpan hasil panen dan menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah,” ujar Saskara.

Baca Juga:  Wakil Ketua II DPRD Badung Desak Perbaikan Total Jalan Pratama

Ia menjelaskan, keberadaan CAS memungkinkan sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai, bawang, dan sayuran disimpan dalam jangka waktu lebih lama dibanding penyimpanan konvensional. Dengan demikian, petani tidak harus menjual seluruh hasil panennya saat harga sedang rendah.

“Konsepnya sederhana. Ketika produksi melimpah dan harga turun, hasil panen dapat disimpan terlebih dahulu. Saat pasokan berkurang dan harga mulai naik, komoditas tersebut bisa kembali dipasarkan. Mekanisme ini dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani,” jelasnya.

Namun demikian, Fraksi Golkar menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional fasilitas tersebut, baik dari aspek pemanfaatan, sumber daya manusia, biaya operasional maupun dampaknya terhadap petani dan pendapatan daerah.

Menurut Saskara, apabila hasil evaluasi menunjukkan manfaat yang signifikan, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih serius, termasuk membuka peluang pembangunan fasilitas serupa di wilayah lain yang memiliki potensi pertanian tinggi.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Puncak HUT ST. Hita Karana Ke-39

“Kalau fasilitas seperti ini terbukti memberikan manfaat nyata bagi petani dan sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja usaha Perumda, tentu layak menjadi perhatian pemerintah untuk dikembangkan lebih lanjut,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Fraksi Golkar DPRD Badung, I Nyoman Artawa, menegaskan bahwa pembangunan CAS merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian, khususnya dalam menjaga stabilitas harga komoditas hasil panen masyarakat.

Menurut legislator asal Petang tersebut, keberadaan fasilitas penyimpanan modern harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani lokal.

“Pemerintah Kabupaten Badung membangun fasilitas ini untuk membantu petani menghadapi fluktuasi harga hasil pertanian. Harapan kami, petani yang memiliki hasil panen seperti bawang, cabai maupun sayuran dapat memanfaatkan fasilitas ini sehingga tidak terpaksa menjual produknya saat harga sedang rendah,” ujarnya.

Artawa menambahkan, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Petang, pihaknya akan terus mendorong agar fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah tersebut dapat beroperasi secara optimal dan memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

Baca Juga:  Rasniathi Adi Arnawa Terima Kunjungan Stefa Kandoli Antou

“Kami ingin CAS ini benar-benar menjadi instrumen yang bermanfaat bagi petani, bukan hanya sebagai aset daerah, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam menjaga kesejahteraan petani dan stabilitas harga pangan,” katanya.

Fraksi Golkar menilai optimalisasi CAS Petang dapat menjadi salah satu model kebijakan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian Badung. Dengan pemanfaatan yang tepat, fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan komoditas, tetapi juga menjadi bagian penting dari rantai pasok pangan yang lebih modern, efisien, dan menguntungkan petani. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM Badung Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR