FP Unwar Bantu Peternak Garap Potensi Budidaya Ayam Kampung Di Desa Asahduren

Iklan Home Page

Jembrana, baliwakenews.com

Kebutuhan ayam kampung terutama ayam kampung dengan warna bulu tertentu, untuk bahan pelengkap dalam setiap upakara yang dilakukan masyarakat Bali, menjadi peluang bisnis menjanjikan. Namun budidaya ayam kampung, menurut Dosen Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, Ir. Luh Suariani, M.Si., masih dilakukan secara tradisional sehingga tidak memberikan keuntungan maksimal.

Suariani, mengatakan untuk pengembangan ayam lokal tersebut, Kementerian Pertanian sejak 2018 melalui Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) telah mendistribusikan bantuan ayam lokal dan persilangannya sebanyak 10 juta ekor yang tersebar di 10 Provinsi. Pada 2019 jumlah bantuan ternak unggas lokal (ayam dan itik) sebanyak 20 juta ekor yang disebar di 23 Provinsi. Usaha peternakan ayam kampung mempunyai prospek yang menjanjikan, baik secara ekonomi maupun sosial, karena produknya berupa daging dan telur merupakan bahan pangan bergizi tinggi serta permintaannya cukup tinggi

“Membantu mewujudkan program pemerintah tersebut, kami melaksanakan program kemitraan masyarakat di Dusun Segah, Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Hampir semua rumah tangga di desa ini memiliki ayam kampung sebagai ternak peliharaannya, dengan sistem pemeliharaan tradisional,” tutur Suariani, didampingi Ir. Ni Ketut Etty Suwitari, M.Si., dan Ir. Ni Made Yudiastari, M.Si. Di Desa tersebut ada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kusuma Dewi, Kelompok Ternak Manuk Amertha dan Kelompok Ternak Bawi Lestari.

Baca Juga:  Posko SAR Gabungan Gilimanuk Kembali Terima Laporan Orang Hilang

Kebiasaan masyarakat setempat diterangkan ayam dipelihara dilepas ditegalan tanpa atau dengan sedikit campur tangan dari pemilik. Pakan ayam jarang diberikan atau biasanya hanya diberikan limbah sisa – sisa rumah tangga, sehingga pertumbuhan ayamnya lambat.

“Pengembangan ayam kampung menjadi pertumbuhan yang lambat, produksi telur sedikit, adanya sifat mengeram dan mengasuh anak, sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama untuk bertelur kembali. Permasalahan yang paling banyak dikeluhkan oleh para peternak yaitu kecilnya angka hidup anak ayam kampung pada pemeliharaan ayam kampung, serta kurangnya pengetahuan mereka mengenai program vaksinasi pada masa awal pertumbuhan ternak,” ungkapnya sembari mengatakan hal tersebut seringkali mengakibatkan seringnya ternak mereka terserang penyakit yang mematikan bahkan bisa membuat ternak habis semuanya.

Baca Juga:  SMP Negeri 3 Kediri Tabanan Wisata Edukasi ke Pembuatan Garam Tradisional Kusamba

Selain itu, fertilitas dan daya tetas telur ayam kampung masih rendah dan diikuti dengan angka kematian yang tinggi. Seperti diketahui selain untuk kebutuhan upakara, ayam kampung kini juga sudah mulai banyak diminati karena merupakan salah satu bahan kuliner Bali yaitu “Ayam Betutu”. Seiring dengan meningkatnya wisatawan ke Bali maka kebutuhan akan ayam kampung juga akan semakin meningkat.

Dari keadaan tersebut maka Tim dari Prodi Peternakan Fak Pertanian Unwar diminta untuk membantu memberikan pelatihan dan bimbingan kepada kelompok ternak Manuk Amertha, sehingga harapan anggota kelompok mempunyai pendapatan tambahan dari usaha beternak ayam kampung.

“Kami membuat demplot bagaimana pemeliharaan “pitik” dan perkandangan semi intensif. Mengadakan pelatihan vaksinasi selama periode pemeliharaan sampai umur 5 minggu, pelatihan dan mengenai pembuatan pakan ayam kampung berbasis bahan pakan lokal,” terangnya.

Baca Juga:  Suprianto Meninggal Tersambar Petir Saat Memancing Bersama Istri di Laut

Kegiatan tersebut diharapkan akan dihasilkan ayam yang siap dibesarkan dengan pertumbuhan yang optimum dan bebas terhadap penyakit. Pemeliharaan sistem semi intensif dilakukan dengan menambah input produksi berupa pakan secara terbatas dan pemeliharaan pada kandang umbaran terbatas. Sistem semi intensif digunakan untuk tujuan produksi daging dan produksi telur tetas atau anak ayam bila dilengkapi dengan penetasan, sedang pada sistem intensif dikhususkan untuk memproduksi telur konsumsi. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan populasi, produksi, produktivitas, dan efisiensi usaha ternak ayam kampung, pemeliharaan ayam kampung tersebut perlu ditingkatkan dari tradisional ke arah agribisnis.

“Solusi yang kami berikan adalah pembuatan kendang untuk pemeliharaan anak ayam umur 1 hari (DOC) sampai umur 4 minggu, melaksanakan program vaksinasi ayam kampung lengkap, mengenalkan beberapa bahan pakan unggas lokal,” pungkas Suariani.BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR