Macet Parah di Gilimanuk Jelang Nyepi–Lebaran, Gubernur Koster Minta Maaf ke Publik

Iklan Home Page

Jembrana, Baliwakenews.com

Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri yang beririsan dengan Hari Suci Nyepi menjadi sorotan publik. Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Koster menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali sebenarnya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak jauh hari sebelum puncak arus mudik. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali.

Baca Juga:  Seluruh Fraksi DPRD Buleleng Apresiasi Kinerja Pj Bupati Lihadnyana

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah menggelar rapat koordinasi bersama Polda Bali, Kodam IX/Udayana, Dinas Perhubungan, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Sebagai tindak lanjut dari rapat tersebut, aparat kepolisian melalui Polda Bali membentuk sejumlah posko pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur Gilimanuk–Mengwi guna mengurai kepadatan kendaraan.

Selain itu, operator penyeberangan ASDP Indonesia Ferry di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia juga telah menambah armada kapal penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

Baca Juga:  Hari Perempuan Internasional 2026, Putri Koster Ajak Perempuan Bali Berani Bertindak dan Berkontribusi Nyata

“Atas terjadinya kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk akibat antrean penyeberangan ke Ketapang, saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf atas kondisi ini,” ujar Koster.

Ia juga mengapresiasi berbagai kritik dan masukan dari masyarakat yang menyoroti kondisi kemacetan tersebut. Menurutnya, semua masukan akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pengaturan arus kendaraan ke depan.

Diketahui, lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terjadi karena arus mudik Idul Fitri beririsan dengan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 serta Idul Fitri pada 21–22 Maret 2026. Kondisi ini membuat volume kendaraan membludak dan terpusat di jalur menuju pelabuhan penyeberangan Bali–Jawa tersebut. BWN-03

Baca Juga:  Safari Ramadhan dan Buka Puasa Bersama di Musholla Al Furqon Kuta Selatan

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR