Denpasar, baliwakenews.com
Puluhan warga Sumba bentrok dengan sejumlah warga Flores, NTT, di Banjar Tangtu, Desa Kesiman, Kertalangu, Jalan Pucuk I No, 9o X, Denpasar Timur, Senin (1/1) sekitar pukul 00.30. Dalam insiden itu, sejumlah bangunan kos dilempar oleh kelompok Sumba, dan tiga motor pecalang yang melerai turut dibakar.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, awal sebelum kejadian para penghuni kos yang sebagian besar pemuda asal Flores, sedang merayakan acara malam tahun baru dengan bakar ikan dan minum bir, sekitar pukul 17.00. “Di lokasi juga ada dua kamar ditempati oleh pemuda asal Sumba. Jumlah warga Flores di lokasi sebanyak 43 orang,” katanya.
Kemudian tak berselang lama, sekitar 25 orang warga Sumba datang ke TKP juga merayakan malam tahun baru dengan membuat acara bakar ikan sambil minum-minum bir. “Mereka membuat acara yang sama di tempat yang terpisah dalam satu areal di TKP,” ujar Jansen.
Selanjutnya, sekitar pukul 22.00, dua warga Sumba yang merupakan kakak adik bertengkar masalah rokok. Pertengkaran antara mereka berdua dilerai oleh Jhon yang juga warga Flores. Hanya saja caranya Jhon melerai agak keras sehingga menimbulkan ketersinggungan dari pihak Sumba yakni Bianok. “Karena pertengkaran tidak kunjung selesai, akhirnya kelompok warga Sumba sebanyak 25 orang, bangun dari tempat acaranya mendekati kelompok warga Flores. Dan pertengkaran menjadi lebih keras antara kedua kelompok Flores dan Sumba saling adu mulut,” ucap Jansen.
Sekitar pukul 00.00, datang sekitar lima orang Pecalang, Banjar Tangtu ke TKP. Para pecalang menyuruh anak-anak kost keluar dari TKP karena sering membuat keributan. Dan saat itu salah satu anak kost ditarik-tarik oleh pecalang, akibatnya anak-anak Sumba merasa tidak terima dan menyerang balik para pecalang. “Pecalang kabur dan tiga sepeda motor pecalang dibakar yang terparkir di jalan depan kos,” kata Jansen.
Sekitar pukul 00.30, anak-anak Sumba kembali ke TKP melempari kaca jendela rumah kost kelompok warga Flores dan menjatuhkan semua sepeda motor milik kelompok warga Flores. Kemudian aparat kepolisian dan warga datang, kelompok Sumba meninggalkan TKP dan beberapa dapat diamankan di Mako Polsek Dentim. “Beberapa warga Sumba telah diamankan ke Polresta Denpasar untuk penyidikan lebin lanjut,” tegasnya. BWN-01





























