Gianyar, baliwakenews.com
Aksi sadis, I Nengah Wanta yang menghabisi selingkuhan sang istri dan membacok istrinya membuat masyarakat gempar. Pria berusia 36 tahun itu seakan tak menunjukan raut penyesalan kala diperiksa polisi. Nengah Wanta asal Dusun Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali itu ditangkap usai menebas Jupriyadi (36) dengan sabit di depan counter HP di Jalan Pasekan No 16 Banjar Dinas Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Balu, Senin 24 Januari 2022 malam.
Menurut Kapolsek Sukawati, Kompol I Made Ariawan, jenazah Jupriyadi telah dibawa ke kampung halamannya di Dusun Wonorejo RT/RW 004/001 Kelurahan Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sementara istri pelaku, Kadek Setyawati (29) masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Tersangka masih diperiksa. Atas perbuatannya itu, pelaku kami jerat dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 44 tentang pembunuhan dan kekerasan rumah tangga yang diancam minimal 15 tahun penjara,” ujarnya, Rabu 26 Januari 2022.
Dilanjutkannya, pelaku dan istrinya tinggal di Perum Candra Ayu, Banjar Tubuh, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar. Dari pernikahannya itu, keduanya dikarunia seorang anak laki-laki usia 4 tahun. “Informasinya pelaku tidak bekerja. Dan kerap nongkrong di tempat main bilyard serta suka mabuk-mabukan,” imbuh Ariawan.
Diberitakan sebelumnya, gara-gara cemburu, seorang suami Nengah Wanta kalap kemudian membacok pria yang diduga selingkuhan istrinya hingga tewas. Tak hanya itu, pria asal Klungkung itu juga menikam istrinya. Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Counter HP di Jalan Pasekan Banjar Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Senin 24 Januari 2022, sekitar pukul 19.00 WITA.
Informasi dihimpun, awalnya Nengah Wanta mendatangi counter HP milik istrinya bernama Kadek Setiawati (29) di lokasi kejadian. “Pelaku sudah curiga sejak lama bila istrinya selingkuh dengan seorang pria asal Banyuwangi, bernama Jupriyadi (36),” ujar sumber petugas, Selasa 25 Januari 2022.
Setibanya di counter istrinya, pelaku duduk di depan. Dia lantas melihat korban, Jupriyadi, yang sedang jualan di utara counter istrinya. “Pelaku curiga istrinya selingkuh dengan Jupriyadi setelah melihat percakapan di HP istrinya,” imbuh sumber.
Selanjutnya, pelaku kembali ke kosnya yang tak jauh dari lokasi untuk mengambil sabit yang diselipkan di punggung. Selain itu, pelaku juga mengambil pisau kecil yang dimasukan ke saku. “Pelaku kembali ke counter HP istrinya. Korban yang tidak curiga mendekati pelaku, sebab pelaku dan korban memang sudah saling kenal karena keduanya kerap bisnis jual beli tanah,” bebernya.
Pelaku lantas mengambil sabit dan menebas korban secara membabi buta. Bahkan hingga sabit terlepas dari gagangnya. “Mata sabit tertancap di punggung korban. Korban sempat berlari menyelamatkan diri ke arah sawah,” imbuh sumber petugas.
Mendengar ribut-ribut, istri pelaku keluar dari dalam counter dan bertanya ke suaminya. Ternyata pelaku juga menyerang istrinya dengan pisau kecil. “Warga lantas menenangkan pelaku. Sementara kedua korban dilarikan ke rumah sakit. Hanya saja, korban Jupriyadi tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit,” tegasnya. BWN-01
































