Denpasar, baliwakenews.com
Disertasi “Peran Kepercayaan Memediasi Pengaruh Pemasaran Media Sosial, Pengalaman dan Citra Destinasi Terhadap Niat Berkunjung Kembali” mengantarkan Dr. Pande Gde Bagus Naya Primananda, S.ST.Par., MM., meraih perdikat sangat memuaskan dalam sidang terbuka Promosi Doktor yang digelar Jumat 10 Juni 2022 di auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud). Dalam sidang yang dipimpin Agoes Ganesha Rahyuda, SE., MT., Ph.D., selaku Dekan FEB Unud, Pande Primananda tampil dengan percaya diri, memaparkan hasil penelitiannya yang dilakukan pada destinasi pariwisata Bali di Era Pandemi Covid-19.
Dr. Pande Gde Bagus Naya Primananda, S.ST.Par., MM., tampak sangat menguasai materi saat menjawab pertanyaan dari promotor Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, SE., MS., Kopromotor Dr. I Putu Gde Sukaatmadja, SE., MP., dan Kopromotor Dr. Putu Yudi Setiawan, ST., MM., serta para penyanggah dan undangan akademik dari sejumlah Perguruan Tinggi terkemuka di Bali.
Pande Primananda kelahiran Denpasar, 11 Maret 1989, dari pasangan Prof. Dr. Ir. I Gede Suranaya Pandit, MP. Dan Drh. Ida Ayu Agustini ini memaparkan dari penelitian tersebut ia mendapatkan kerangka konseptual yang baru bagaimana caranya meningkatkan kunjungan wisatawan. “Temuan yang saya peroleh pada penelitian bahwa, pemesaran media sosial yang baik dan citra destinasi yang baik belum tentu dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan. Ini cukup mencengangkan,” ungkap sulung dari tiga bersaudara tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, yang dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan adalah pengalaman wisata yang langsung dilakukan wisatawan di Bali. Sehingga berdampak pada keinginan untuk berkunjung kembali. Sedangkan pemasaran media sosial dan citra destinasi yang baik, juga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali, namun belum tentu bisa membuat kepercayaan wisatawan.
“Kondisi ini terjadi karena banyaknya media sosial saat ini melakukan edit foto sehingga tidak sesuai dengan aslinya. Ini kerap membuat wisatawan merasa kecewa,” tukasnya.

Untuk itu kedepan para pelaku wisata diharapkan bisa bersikap jujur, kompeten dan selalu berbuat baik tidak membedakan wisatawan manca negara (wisman) dan wisatawan domestic (wisdom). Selain itu penerapan protokol kesehatan juga harus tetap dilakukan ditengah pandemi Covid-19 saat ini, agar meningkatkan kepercayaan wisatawan dan meningkatkan minat berkunjung kembali ke Bali.
Pande Primananda menyelesaikan pendidikan S1 di STP Nusa Dua Bali dan S2 di MM Universitas Warmadewa, menempuh pendidikan S3 di FEB Unud selama 5 tahun dan berhasil merampungkan pendidikan dengan diserahkannya sertivikat bukti kelulusan oleh promotor Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, SE., MS., usai sidang terbuka.
Pande Primananda berharapan hasil penelitian yang dilakukan dapat bermanfaat untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali khususnya. “Semoga dari penelitian ini bisa dimanfaatkan para pelaku pariwisata dan para pemangku kebijakan untuk membangkitkan pariwisata Bali. Semoga dengan peralihan dari pandemi menjadi endemi ini pariwisata Bali akan meningkat, baik dalam tingkat kunjungan wisdom dan wisman,” pungkasnya.*BWN-03
































