DBFD 2026: Putri Koster Gas Pol Bangun Ekosistem Fashion Bali, Omzet UKM Tembus Ratusan Juta

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Ajang Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) 2026 tak lagi sekadar panggung peragaan busana. Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menegaskan event ini kini menjadi motor penggerak ekosistem industri sandang di Bali—dari desainer hingga penenun.

Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan DBFD ke-2 di Taman Budaya Art Centre Denpasar, Rabu 25 Februari 2026. Ia menilai, pengalaman periode sebelumnya membuktikan bahwa ketika desainer diberi ruang, dampaknya menjalar ke seluruh rantai industri kreatif.

“Begitu desainer bergerak, penenun ikut berkembang, model tampil, hingga musisi lokal ikut hidup. Ekosistemnya terbentuk,” tegasnya.

Baca Juga:  Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah Membludak di Pantai Labuan SaitTerkendala Evekuasi ke Atas Tebing

Tak berhenti di tingkat lokal, gaung DBFD mulai menarik perhatian nasional. Konsep yang dibangun di Bali disebut akan diadopsi oleh Dekranas Pusat dan direplikasi di berbagai provinsi lain.

Dorongan konkret juga terlihat dari integrasi DBFD dengan program IKM Bali Bangkit. Putri Koster mengungkapkan, setiap gelaran fashion day mampu mendongkrak omzet pelaku usaha kecil menengah hingga Rp250–300 juta. Lonjakan ini terjadi karena peserta diwajibkan menggunakan produk lokal Bali.

Baca Juga:  Hingga Mei 2024, Kanwil DJP Bali Kumpulkan Penerimaan Pajak Rp6,63 Triliun

“Ini bukti nyata. ASN saja bisa jadi motor penggerak pasar produk lokal,” ujarnya.

Namun, di balik geliat positif tersebut, ia juga melontarkan peringatan keras. Masyarakat diminta tidak tergiur membeli pakaian bekas bermerek yang dinilai berpotensi mematikan industri lokal.

“Kalau kita tidak mencintai produk sendiri, ekosistem ini tidak akan bertahan,” tandasnya.

DBFD 2026 sendiri menampilkan ratusan karya desainer Bali, mulai dari busana adat, kerja, hingga kasual. Karya-karya tersebut diperagakan oleh berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali, menunjukkan bahwa dukungan terhadap industri fashion lokal kini bergerak lintas sektor.

Baca Juga:  Hari Kedua PKM di Pos Penatih, Dishub Pecah Penumpukan Kendaraan

Dengan strategi yang makin terarah, Bali tak hanya membangun citra sebagai destinasi wisata, tetapi juga menancapkan posisi sebagai pusat industri fashion berbasis budaya di Indonesia. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR