Mangupura, baliwakenews.com
Sampah kiriman ternyata masih menyerbu sejumlah pantai di Badung. Salah satunya terjadi di Pantai Labuan Sait, Pecatu. Masyarakat Pecatu harus ekstra kerja keras menangani sampah yang sebagian besar adalah batang-batang pohon. Hal ini dikarenakan lokasi pantai yang berada di bawah tebing sehingga menyulitkan evakuasi sampah ke atas.
Kondisi ini diungkapkan Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, Selasa (25/3/2025) malam.
Menurut Sumerta warga sudah sejak tiga hari lalu terus melalukan gotong royong mengangkat sampah secara manual. Namun karena terdiri dari batang pohon yang besar, pihaknya terkendala dalam pemotongan dan pengangkutan atau evakuasi ke atas tebing.
Sedangkan jika dibakar mendatangkan komplin wisatawan. “Pagi-pagi terpaksa ada yang dibakar, walaupun itu tidak bagus. Akhirnya dikomplin wisatawan,” ujarnya.
Selain itu volume sampah yang datang juga cukup banyak. “Tadi saja sudah berapa.truk yang diangkut, dan sampah masih datang lagi,” ujarnya.
Karenanya Anggota DPRD Badung ini berhatap fenomena ini mendapat perhatian dari pemerintah karena lokasi tersebut adalah objek wisata yang sudah dikenal wisatawan dari berbagai dunia.
Ditanya solusi yang diusulkan, Sumerta menyarankan dibuatkan jalur evakuasi melalui sungai kering di bawah Jembatan. Jika jalur ini datata, diharapkan kendaraan truk bisa langsung turun untuk mengangkut sampah yang dikumpulkan di sana. “Dulu pernah kita sewa katrol, karena sampahjya besar-besar,” imbuhnya.
Permasalahan ini, kata dia sebenarnya sudah lama disampakkan dan bahkan beberapa kali dibahas, namun belum ada tindaklanjut secara tuntas. Dia berharap hal ini segera mendapatkam respon agar fenomena sampah yang terjadi di objek wisata ini bisa terselesaikan secara tuntas. BWN-04

































