Kuta, Baliwakenews.com
Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti memberikan apresiasi terhadap semangat gotong royong krama Desa Adat Kuta dalam melaksanakan rangkaian upacara adat dan Manusa Yadnya secara massal.
Apresiasi tersebut disampaikan Anom Gumanti saat menghadiri rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah) yang dipusatkan di Bale Peyadnyan, Pura Segara, Kelurahan Kuta, Kamis (10/9).
Kehadiran Ketua DPRD Badung bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjadi upasaksi dalam pelaksanaan karya tersebut. Ketiganya juga mengikuti prosesi Ngastawang.
Bagi DPRD Badung, pelaksanaan upacara secara massal yang melibatkan krama dari 13 banjar tersebut menjadi cerminan kuatnya kebersamaan masyarakat dalam menjaga adat, agama dan budaya Bali.
Semangat tersebut dinilai penting untuk terus dipertahankan di tengah perkembangan kawasan Kuta sebagai salah satu pusat pariwisata Bali. Kebersamaan krama adat menjadi modal sosial dalam menjaga identitas dan keberlanjutan kehidupan adat di tengah dinamika pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta juga mengingatkan agar persatuan krama Desa Adat Kuta tetap kokoh. Ia menyebut masyarakat Kuta harus mampu menjadi tuan di rumahnya sendiri.
Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kebersamaan krama Desa Adat Kuta. Menurutnya, pelaksanaan upacara secara massal selain meringankan beban ekonomi krama, juga menjadi bukti nyata kuatnya tradisi gotong royong masyarakat.
“Selain dapat meringankan beban ekonomi krama, pelaksanaan upacara massal yang dikerjakan secara bersama-sama oleh 13 Banjar ini menjadi bukti nyata kokohnya kebersamaan dan tradisi gotong royong warga Desa Adat Kuta,” ujar Adi Arnawa.
Adi Arnawa menegaskan Pemkab Badung berkomitmen terus hadir memberikan dukungan terhadap pelestarian adat, agama dan budaya di Kabupaten Badung.
Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana melaporkan, upacara massal tersebut meliputi Ngaben sebanyak 12 sawa, Nyekah 91 sawa, Warak Keruron 60 sawa, Ngelangkir 20 sawa, serta Mepandes sebanyak 68 orang.
Puncak karya adat dijadwalkan berlangsung pada 11 September. Seluruh banten dalam rangkaian upacara dikerjakan secara gotong royong oleh serati banten dari 13 banjar di Desa Adat Kuta.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Badung dan Provinsi Bali yang telah banyak membantu, serta krama yang bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini,” kata Alit Ardana.
Rangkaian upacara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana dan I Wayan Puspa Negara, Sekcam Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana bersama unsur Tripika, Bendesa Madya MDA Badung Ida Bagus Gede Widnyana, perwakilan PHDI, MDA Kecamatan Kuta, Bendesa Adat se-Kecamatan Kuta, perwakilan Lurah Kuta serta krama desa. BWN-05

































