Denpasar, baliwakenews.com
Peristiwa berdarah terjadi di perusahaan pengelola ikan tuna di Jalan Ikan Tuna III nomor 3, Pelabuhan Benoa, Densel. Karyawan di perusahaan tersebut Suwandi alias Ahan ditebas parang. Akibatnya, tangan kiri pria kelahiran Pekanbaru, Riau itu putus.
Kasus penganiayaan yang tarjadi pada Selasa (1/12) pagi itu masih dalam penanganan polisi. Karena pelaku penebasan, yakni satpam di lokasi kejadian Hairudin (37) melarikan diri usai kejadian.
Menurut keterangan salah seorang saksi mata di lokasi kejadian bernama Ahmad, saat kejadian pelaku dapat tugas jaga malam. Dan paginya korban datang ke kantor untuk bekerja. Dan mereka berdua cekcok. Lalu pelaku mengambil parang dan menebas korban. Saat itu, korban ditebas pada bagian punggung dan tangan kiri. “Tangan korban harus diamputasi,” tutur Ahmad.
Hanya saja Ahmad tidak mengatahui persis motif penebasan itu. Namun dia menduga karena dendam, sebab dia kerap melihat keduanya terlibat pertengkaran.
Sementara Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi yang dikonfirmasi membenarkan kejadian penebasan tersebut. “Iya benar ada penebasan, kasusnya baru dilaporkan kemarin (Minggu). Nanti saya cek,” terangnya. BWN-01

































