Disdikpora Badung Siapkan Pola Pembelajaran “New Normal”

Iklan Home Page

Mangupura,baliwakenews.com

Persiapan untuk menghadapai kehidupan normal baru (new normal) dalam dunia pendidikan mulai dipersiapakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung. Bahkan skenario untuk proses belajar tetap jalan meski wabah Korona masih berlangsung juga mulai dipikirkan. Sehingga standar operasional prosedur (SOP) kesehatan tetap dilakukan dan pembelajaran di sekolah juga bisa berjalan beriringan.

Kadisdikpora Badung, I Ketut Widia Astika mengatakan pihaknya telah mendapat petunjuk dari pimpinan. “Ini jadi PR kami. Sesuai petunjuk Bapak Sekda, agar merancang sistem belajar saat new normal seperti apa,” katanya, Jumat (29/5).

Baca Juga:  Kolaborasi Bali Bangun PSEL Denpasar Raya, Solusi Jangka Panjang Atasi Sampah

Salah satu yang masih dirancang yakni soal rombongan belajar (rombel) dalam satu ruang kelas. Karena pembatasan jarak atau physical distancing, kemungkinan siswa yang masuk dalam satu ruang kelas dikurangi separo. “Jadi setengahnya ini mau dibawa kemana, ini yang kami juga pikirkan. Karena menambah ruangan juga tidak mungkin. Itu pekerjaan fisik dan perlu jangka waktu panjang,” jelasnya.

Tak menutup kemungkinan akan diterapkan sistem shift. Demikian pula jam belajar di sekolah dikurangi. Sisanya akan guru akan mengajar lewat online. “Sehingga physical distancing jalan, pembelajaran juga jalan,” papar Widia Astika.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Lomba dan Parade Ogoh-Ogoh Adat Bongan Puseh, Desa Bongan, Tabanan

Yang jelas, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menurutnya tetap berlangsung meski belum dipastikan waktu mulainya tahun ajaran baru 2020/2021. “Anggaplah misalnya sesuai kalender Juli 2020 sudah mulai tahun ajaran baru, agar kami tidak kelabakan nantinya. Sehingga PPDB tetap jalan, sambil menunggu kepastian dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Adapun PPDB di Kabupaten Badung digelar melalui dalam jaringan (daring) atau online. “Kami lakukan secara daring untuk menghindari kerumunan massa, sesuai arahan pemerintah pusat,” lanjut pejabat asal Kerobokan, Kuta Utara ini.

Jalur penerimaan masih ada empat, yakni jalur afirmasi, prestasi, perpindahan orang tua, dan jalur zonasi. “Tetap itu. Persentasenya di Badung, untuk jalur zonasi ada sekitar 70 persen,” katanya.

Baca Juga:  Pemusnahan Barang Bukti Kejari Badung

Sementara untuk tahun ajaran sesuai kalender Pemprov Bali, belum ada perubahan. Namun pihaknya tetap menunggu arahan lebih lanjut, termasuk dari pusat. “Karena tadi pagi saya juga menyimak di media sosial ada permintaan orang tua kepada Pak Menteri agar memundurkan tahun ajaran,” tandasnya. BW-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR