Desa Adat Kuta Gelar Upacara Nangluk Merana

Iklan Home Page

Kuta, baliwakenews.com

Sejumlah warga Kuta, Minggu 10 Desember 2023 mengalami kerauhan. Selain menari-nari mereka juga memenang keris yang kemudian ditancapkan ke dada dan muka mereka. Peristiwa ini terjadi saat dilaksnakaan Upacara Nangluk Merana dan Pecaruan Pemelehpeh Sasih oleh Desa Adat Kuta yang dipusatkan di Pura Kahyangan Desa. Namun sebelumnya upacara dilaksanakan di hampir semua perempatan yang ada di wilayah yang ada di Desa Adat Kuta.

Mencegah terjadinya kemacetan, arus lalin dilakukan sistem buka tutup di persimpangan yang dilaksanakan upacara. Petugas gabungan dari Kepolisian, Pol.PP, Pecalang dan Dishub juga diterjunkan untuk mengatur lalin.

Baca Juga:  Petunjuk Teknis Program Krama Badung Sehat

Selain itu beberapa hari sebelumnya pihak desa adat Kuta juga sudah menyampaikan permakluman kepada pengusaha dan pengguna jalan terkait akan dilaksanakannya upacara Nangluk Merana serta Pecaruan tersebut.

Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana memaparkan Ida Betara pelawatan yang ikut atau tedun dalam upacara ini yakni 5 pelawatan barong dan 1 pelawatan Ratu Ayu serta Barong Landung.

Setelah upacara di perempatan nantinya Ida Pelawatan menuju untuk berkumpul di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kuta sebelum nantinya kembali ke masing-masing banjar. Menurut Alit Ardana uapacara tersbeut rutin dilaksanakan setiap rahina Kajeng Kliwon sasih kanem dalam kalender Bali. Tujuan dari Upacara ini adalah untuk memohon keselamatan kepada Ida Hyang Widhi serta agar semua “mala” hal negatif menjauh dari Kuta dan Bali secara umum.

Baca Juga:  Malam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2024, Pemkab Badung Raih 3 Penghargaan

“Setelah upacara di Catus Pata dilanjutkan  di batas dan persimpangan wilayah Desa Adat Kuta. Pelawatan-pelawatan Ida Bethara pun lunga, dan berkumpul di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Kuta,” jelasnya.

Selain krama dari 13 Banjar, keterlibatan para pengusaha juga ada dalam kegiatan ini. Karena setelah selesai upacara para pengusaha akan datang ke Pura atau Banjar untuk nunas Tirta dan dipercikkan di kawasan tempat usaha masing-masing. Karena mereka beraada di wilayah Desa Adat Kuta.

Baca Juga:  Gempabumi M 4,9 Guncang Ruteng - NTT

“Sesuai Perarem kan ada Krama Uwed, Krama Tamiu dan Tamiu Nah Para pengusaha ini masuk dalam Krama Tamiu,” ujarnya.

Terkait pengaturan arus lalin, sebagai daerah pariwosata pihaknya juga sudah menginformasikan sebelumnya terkait akan dilaksnakanya upacara tersebut. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR