Balai Besar POM di Denpasar : Indeks Kesadaran Masyarakat terhadap Keamanan Obat dan Makanan Terus Meningkat

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Kepala Balai Besar POM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, mengajak semua pihak bersama-sama untuk waspada dan selalu memastikan pangan aman dikonsumsi. Saat jumpa media di kantor Balai Besar POM di Denpasar, Jumat 20 Desember 2024, pihaknya mengapresiasi kesadaran masyarakat terhadap keamanan obat dan makanan terus meningkat.

Dari data yang dihimpun Indeks Kesadaran Masyarakat terhadap keamanan obat dan makanan dari tahun ke tahun terus meningkat. Terlihat pada 2023 indeks kesadaran 84,31 dan pada 2024 mengalami peningkatan menjadi 88,61.

“Dulu susah sekali menyadarkan masyarakat untuk berhenti menggunakan rhodamin B, astungkara sekarang masyarakat sudah mulai sadar meski masih ada sebagai kecil masyarakat Bali yang masih menggunakannya. Ini perlu terus kita gugah kesadarannya, ” ujarnya.

Untuk itu dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat dari produk pangan yang tidak memenuhi syarat, secara rutin Balai Besar POM di Denpasar melaksanakan intensifikasi pengawasan pangan menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru ini. Pengawasan intensif telah dilaksanakan mulai 28 Nopember dan terus berlanjut hingga 1 Januan 2025.

“Pengawasan kami fokuskan terhadap produk pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak seperti kemasan penyok, kaleng berkarat, dll. Kami sasar peredaran pangan yaitu importir/distributor, toko, grosir, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, para pembuat dan atau penjual parcel, ” ungkap Ary.

Baca Juga:  Pria Asal Bengkulu Gasak Uang dan Hp Pedagang Kopi di Pinggir Jalan

Pengawasan ini dilakukan di seluruh kabupaten/kota wilayah kerja oleh petugas BBPOM di Denpasar bersama dengan petugas lintas sektor terkait yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota setempat.

“Sampai dengan 18 Desember 2024 kami telah melakukan pengawasan terhadap 37 sarana distribusi dengan hasil 30 sarana (81,08%) memenuhi ketentuan dan 7 sarana (18,92 %) tidak memenuhi ketentuan,” ujarnya.

Dikatakan dari pengawasan tersebut jumlah temuan sebanyak 30 item (617 kemasan) terdiri dari 9 item (200 kemasan atau 32,4%) produk kedaluwarsa dan 21 item (417 kemasan atau 67,6%) produk pangan TIE dengan total nilai ekonomi Rp 28.801.273. Dalam pengawasan ini tidak terdapat temuan pada parcel dan tidak ditemukan produk pangan olahan dengan kemasan rusak.

Bila dibandingkan dengan temuan pengawasan pada tahun sebelumnya terdapat penurunan sarana yang tidak memenuhi ketentuan dari 23,7% menjadi 18,9%. Untuk temuan produk TIE juga terjadi penurunan dari 72.3% menjadi 67,6%, namun terjadi peningkatan jumlah produk kedaluwarsa dari 20,3% menjadi 32,4%.

Baca Juga:  Ditengah HBKN Galungan, Inflasi Bali Tetap Terjaga

“Untuk itu, kami menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan selalu memperhatikan tanggal kadaluwarsa sebelum membeli produk, khususnya produk pangan, ” tandasnya.

Ary juga menyampaikan rasa bangga karena Balai Besar POM (BBPOM) di Denpasar sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik telah melaksanakan Reformasi Birokrasi melalui pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) sejak tahun 2017. Dikatakan berbagai perubahan dan inovasi telah dilakukan di 6 (enam) area perubahan yaitu Manajemen Perubahan, Tata Laksana, SDM, Pengawasan, Akuntabilitas dan Pelayanan Publik dibawah binaan Inspektorat Utama Badan POM.

Pada 2019, Balai Besar POM di Denpasar telah berhasil meraih predikat WBK dari Kementerian PANRB. Pembangunan Zona Integritas ini secara konsisten terus dilaksanakan dengan inovasi-inovasi baru sebanyak empat puluh (40) inovasi dengan 3 inovasi unggulan yaitu BABE AMIN (Pangan Bali Bebas Rhodamin, red), SI PROTON (Inovasi Sistem Pelaporan Progresif, Timeline, Penyimpanan Database On Line, red) dan GEBYAR UMKM Bali (Gerakan Bersama Pelayanan Izin Edar untuk UMKM Obat dan makanan di Bali, red).

Baca Juga:  Fragmentari "Ngeraja Singa" Sukses Bius Ribuan Penonton di PKB ke-46

“Salah satu dari 3 inovasi tersebut yaitu SI PROTON berhasil meraih predikat 8 TOP Inovasi Pelayanan Publik Badan POM tahun 2024,” katanya.

Pada Nopember 2024 kembali Kementerian PANRB melakukan penilaian pembangunan Zi menuju WBBM di Balai Besar POM di Denpasar dan berhasil lolos mendapat predikat WBBM pada 11 Desember 2024. Piagam Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini kepada Kepala Balai Besar POM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di hotel Bidakara Jakarta.

“Predikat WBBM ini memberi pesan tanggung jawab kepada seluruh pegawai BBPOM di Denpasar untuk secara konsisten meningkatan kualitas pelayanan publik tetap prima dan berintegritas tinggi tanpa suap, korupsi, pungli dan gratifikasi serta tetap menjadi instansi yang akuntabel, bersih dan melayani, ” pungkasnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR