Denpasar, baliwakenews.com
Seorang badut jalanan, Febri Andika (25), menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pria yang diduga dalam kondisi mabuk. Insiden terjadi di pertigaan Jalan Waturenggong Jalan PB Sudirman, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, pada Minggu (9/2) sekitar pukul 00.30 WITA.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh akibat pukulan bertubi-tubi dari para pelaku. Saat insiden berlangsung, Febri tengah mengamen di lokasi tersebut. Namun, sekelompok pria tiba-tiba berteriak dan mengacungkan jari tengah ke arahnya. Merasa tidak terima, korban mencoba menanyakan maksud tindakan tersebut. Namun, respons yang didapat justru berupa serangan fisik.
“Awalnya, salah satu pelaku meneriaki korban sambil mengacungkan jari tengah. Korban mencoba menanyakan maksudnya, tetapi pelaku justru menghampiri dan bersama teman-temannya melakukan pengeroyokan. Setelah kejadian, korban langsung melapor ke Polsek Denpasar Barat,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, dalam keterangannya.
Mendapat laporan tersebut, tim yang dipimpin Panit Opsnal Ipda Made Wicaksana segera bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Dalam waktu beberapa jam, dua pelaku berinisial RGL (38) dan HUB (20), yang diketahui merupakan kakak beradik, berhasil ditangkap.
Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa sebelum kejadian, para pelaku sempat mengonsumsi minuman beralkohol di sebuah tempat hiburan di Denpasar. Saat pengeroyokan terjadi, mereka masih dalam kondisi mabuk.
“Kedua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mengakui perbuatannya. Sementara itu, petugas masih memburu beberapa pelaku lain yang turut serta dalam pengeroyokan tersebut,” kata Sukadi.
Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolsek Denpasar Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika memiliki informasi tambahan terkait kejadian ini. BWN-01

































