Mangupura, baliwakenews.com
Persoalan kepadatan lalu lintas menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mendapat perhatian serius dari Desa Adat Tuban. Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra, mendorong pembangunan infrastruktur baru untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut, salah satunya berupa underpass di simpang depan gerbang tol bandara.
Menurut Mendra, rekayasa lalu lintas perlu dibarengi dengan penambahan infrastruktur mengingat mobilitas kendaraan di kawasan bandara terus meningkat. Jika pembangunan underpass belum memungkinkan, ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pembangunan flyover sebagai alternatif.
“Desa Adat Tuban sebagai gerbang pariwisata Bali. Kami berharap ada perhatian lebih serius, sehingga kawasan Tuban benar-benar mencerminkan Bali,” ujarnya.
Mendra mengatakan, posisi Tuban sangat strategis karena menjadi salah satu kawasan yang pertama kali dilihat wisatawan ketika keluar dari Bandara Ngurah Rai. Karena itu, penataan kawasan menurutnya tidak cukup hanya dengan mempercantik lingkungan, tetapi juga harus menyentuh persoalan lalu lintas.
Jalur menuju bandara, kata dia, merupakan akses penting bagi wisatawan maupun masyarakat. Kemacetan yang terjadi di sejumlah titik perlu diantisipasi melalui penataan jalur serta pembangunan infrastruktur pendukung.
Untuk jangka panjang, Mendra juga mendorong pengembangan moda transportasi alternatif. Salah satunya melalui water taxi yang dinilai dapat membantu mengurangi beban lalu lintas kendaraan di jalur darat.
Ia juga berharap rencana pengembangan transportasi massal seperti MRT dipersiapkan sejak dini. Menurutnya, kebutuhan mobilitas masyarakat dan wisatawan akan terus berkembang sehingga infrastruktur transportasi perlu direncanakan secara matang.
Selain persoalan lalu lintas, Mendra meminta penataan kawasan Tuban dilakukan secara menyeluruh. Salah satu program yang diharapkan dapat direalisasikan adalah penataan Catus Pata Tuban.
Ia menyebutkan, desain detail engineering design (DED) penataan Catus Pata sebenarnya telah disiapkan sebelum pandemi Covid-19 dengan nilai sekitar Rp8 miliar. Namun, rencana tersebut belum terealisasi karena kondisi keuangan saat itu.
Mendra juga berharap pemerintah dan pihak pengelola bandara memberikan perhatian lebih kepada desa-desa penyangga Bandara Ngurah Rai. Dukungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) diharapkan dapat diperkuat untuk mendukung penataan kawasan.
“Selama ini perhatian Angkasa Pura cukup baik kepada kami. Namun, masih banyak program yang belum bisa direalisasikan,” katanya.
Penataan Arus Lalu Lintas
Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan Pemkab Badung tengah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura terkait penataan kawasan Tuban. Penataan tidak hanya menyasar kawasan di dalam bandara, tetapi juga jaringan jalan di sisi timur agar arus kendaraan tetap bergerak dan tidak menimbulkan antrean panjang.
Konsep yang dibahas mencakup pelebaran jalan dan pembangunan jalan melingkar di sekitar akses menuju VIP Room II. Rekayasa tersebut diarahkan agar kendaraan tidak berhenti pada satu titik persimpangan.
Salah satu perubahan dirancang pada pola lalu lintas di kawasan Kartika Plaza. Kendaraan dari arah Angkasa Pura nantinya tidak lagi langsung menuju Kartika Plaza, tetapi diarahkan ke kiri untuk kemudian memutar ke arah timur.
Kendaraan dari arah barat dan timur juga akan diarahkan melalui jalur berbeda untuk mengurangi titik pertemuan. Di kawasan depan banjar, arus kendaraan akan dibuat satu arah menuju selatan. Selanjutnya, kendaraan yang hendak menuju bandara diarahkan memutar melalui Bundaran Tuban.
“Konsepnya flow harus bergerak. Jangan sampai kendaraan berhenti di satu titik sehingga menimbulkan kemacetan,” jelas Adi Arnawa.
Penataan juga mencakup kawasan sisi utara. Akses di sekitar Gang Sate direncanakan ditutup dan diperkuat dengan konsep vertical garden. Akses keluar-masuk disiapkan dari dalam kawasan dan tidak diperkenankan langsung menuju jalan protokol demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Selain itu, kawasan Patung I Gusti Ngurah Rai direncanakan ditata dengan elemen budaya dan lanskap, seperti Kerta Gosa, air mancur, bendera, serta kawasan hijau di bagian belakang.
Adi Arnawa mengatakan, rencana penataan yang semula diproyeksikan berjalan tahun ini akan diselaraskan dengan rencana penataan kawasan bandara. Dengan demikian, penataan sisi bandara dan wilayah Tuban dapat dilakukan secara terpadu.
Pemkab Badung juga mendorong pelebaran akses menuju bandara. Sejumlah lahan di sisi utara kawasan BRC Bandara disebut berpotensi terdampak pelebaran jalan. Pemkab juga tengah menjajaki dukungan CSR untuk penataan taman di kawasan tersebut. BWN-04
































