Mangupura, Baliwakenews — Polisi mengungkap dugaan penyebab kematian seorang warga negara Australia berinisial SDJ (57) bersama dua anaknya, ADS (7) dan LKS (4) berkewarganegaan Indonesia, yang ditemukan tak bernyawa di sebuah bungalow di kawasan Legian, Kuta, Badung, Bali.
Dari hasil pemeriksaan luar oleh Unit Identifikasi Polresta Denpasar, kedua anak korban diduga meninggal akibat dibekap dan dicekik. Sementara sang ayah diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun, kepolisian masih memerlukan pemeriksaan autopsi untuk memastikan penyebab kematian ketiga korban.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang mengatakan, dugaan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap kondisi para korban di lokasi kejadian.
“Dari hasil pemeriksaan luar, diduga korban kedua anaknya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan meninggal dengan cara dibekap dan dicekik, setelah itu korban bapaknya bunuh diri dengan cara gantung diri,” ujar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang.
Kapolresta menjelaskan, saat ditemukan di dalam kamar, korban SDJ berada dalam posisi tergantung pada terali besi jendela dengan menggunakan kabel setrika berwarna putih.
Sementara itu, kedua anak korban ditemukan dalam posisi tergeletak di lantai kamar. Korban anak laki-laki berada di atas tubuh korban anak perempuan.
Menurutnya, untuk mengetahui penyebab pasti kematian ketiga korban, jenazah perlu menjalani autopsi. Polisi juga telah mengevakuasi seluruh jenazah ke RS Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Sanglah, Denpasar.
Diberitakan sebelumnya, ketiga korban ditemukan meninggal dunia di sebuah bungalow, Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Badung, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.14 Wita.
Peristiwa itu terungkap setelah seorang saksi bernama Nur Khamid (51) menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai istri korban yang berada di Jakarta. Saksi diminta mengecek kondisi korban karena suami dan kedua anaknya tidak dapat dihubungi.
Saksi kemudian mendatangi bungalow dan mencoba melihat ke dalam melalui jendela. Namun, tidak terlihat adanya aktivitas di dalam bangunan.
Saksi selanjutnya menemui pemilik bungalow, I Gusti Gede Bajra (61), dan menyampaikan informasi tersebut. Keduanya kemudian kembali menuju bungalow dan mencoba memastikan kondisi penghuni.
Karena tidak mendapat respons setelah pintu diketuk dan digedor sembari memanggil korban, pemilik bungalow kemudian menghubungi Kelian Lingkungan.
“Setelah kelian datang bersama tetangga penyewa bungalow, mereka mencoba mengetuk dan menggedor pintu sembari memanggil korban, tetapi tidak mendapat respons,” ujar Kapolresta.
Saat masuk ke dalam, mereka mendapati SDJ dalam kondisi tergantung pada terali besi jendela menggunakan kabel setrika berwarna putih. Sementara kedua anaknya ditemukan tergeletak di lantai kamar dalam kondisi tubuh saling bertumpuk.
Polresta Denpasar juga telah berkoordinasi dengan Konsulat Australia terkait korban warga negara Australia serta menghubungi pihak keluarga korban.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang menyebabkan kematian ketiga korban tersebut. BWN-07
































