Bupati Sutjidra: Jasa Veteran Tak Boleh Berhenti di Seremoni, Semangat Juang Harus Diteruskan

Iklan Home Page

Singaraja, Baliwakenews.com

Pesan keras disampaikan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra saat memperingati Hari Veteran Nasional ke-77 Tahun 2026. Ia menegaskan penghormatan kepada para veteran tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan.

Pesan tersebut disampaikan Sutjidra dalam kegiatan Tatap Muka Veteran yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Veteran Nasional di Buleleng, Jumat (14/8/2026).

Menurut Sutjidra, para veteran telah mewariskan nilai perjuangan yang jauh lebih besar daripada sekadar catatan sejarah. Keberanian, ketulusan, loyalitas, persatuan, gotong royong, disiplin dan kecintaan terhadap tanah air harus menjadi nilai yang terus hidup di tengah generasi muda.

“Penghormatan kepada para veteran tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian berkelanjutan, pelayanan, perhatian sosial, serta penghargaan atas jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara,” tegas Sutjidra.

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Buleleng, Nyoman Punduh, mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang rakyat dan para pemuda.

Baca Juga:  Pemkab. Buleleng Raih Juara Umum Pengelola DAK Fisik, Dana Desa dan KUR Terbaik Tahun 2023

Para pejuang harus menghadapi kekuatan penjajah dengan persenjataan dan kemampuan tempur yang jauh lebih kuat. Perjuangan tersebut menuntut keberanian, keteguhan, patriotisme dan pengorbanan.

Tidak sedikit pejuang yang gugur di medan perang. Sebagian lainnya mengalami kecacatan, kehilangan harta benda hingga harus meninggalkan keluarga dalam kondisi penuh keterbatasan.

Pengorbanan itulah yang menurut Punduh harus dipahami generasi penerus agar kemerdekaan tidak dimaknai sebatas seremoni setiap Agustus.

“Perjuangan tersebut membutuhkan keteguhan, tekad, keberanian, dan patriotisme tinggi,” ujarnya.

Punduh juga mengingatkan ancaman lain yang tidak kalah serius: generasi muda kehilangan ingatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan globalisasi, berbagai kemudahan yang dinikmati masyarakat hari ini tidak boleh membuat sejarah perjuangan para veteran dilupakan.

Buleleng sendiri memiliki sejumlah monumen dan tonggak sejarah perjuangan yang dinilai dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda.

Baca Juga:  Gedung F,G, dan D RSD Mangusada Ditarget Rampung Desember 2020

Monumen tersebut tidak seharusnya hanya menjadi bangunan yang dilewati, tetapi perlu dimanfaatkan untuk mengenang, mengkaji dan menghayati perjuangan rakyat Buleleng pada masa lalu.

Dengan memahami sejarah, generasi muda diharapkan tidak hanya mengetahui siapa yang berjuang, tetapi juga memahami nilai yang diwariskan para pejuang untuk mengisi kemerdekaan.

Peringatan Hari Veteran Nasional di Buleleng juga diisi dengan kepedulian sosial.

Sebanyak 32 paket sembako dari BPJS Kesehatan Singaraja dan 32 paket bingkisan dari Maha Surya Motor diserahkan kepada para veteran.

Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap para pejuang yang telah mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara.

Ketua LVRI Buleleng menyampaikan apresiasi kepada Bupati Buleleng dan seluruh pihak yang terus memberikan perhatian kepada veteran serta keluarga mereka.

Menurutnya, perhatian tersebut bukan hanya bantuan material, tetapi juga menjadi simbol penghormatan dan pengikat silaturahmi antara pemerintah, masyarakat dan para veteran.

Baca Juga:  Dari Demokrasi Adat Menuju Rekonsiliasi, Pecatu Tinggalkan Perbedaan dan Bersiap Menatap Masa Depan

Sutjidra menilai perjuangan veteran memiliki relevansi kuat dengan tantangan generasi sekarang.

Jika dahulu para pejuang mempertaruhkan nyawa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, persatuan dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Karena itu, semangat veteran harus diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dikenang setiap Hari Veteran Nasional.

“Selamat Hari Veteran ke-77. Semoga semangat juang para veteran tidak pernah padam, bahkan terus ditanamkan dalam hati setiap anak bangsa,” pungkas Sutjidra.

Hari Veteran Nasional pun menjadi pengingat bahwa kemerdekaan memiliki harga yang mahal. Tugas generasi sekarang bukan lagi mengangkat senjata di medan perang, tetapi memastikan pengorbanan para pendahulu tidak berakhir sia-sia. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR