Mangupura, Baliwakenews.com
Menurunnya persediaan darah di sejumlah rumah sakit menjadi perhatian DPC Partai Demokrat Kabupaten Badung. Kondisi tersebut mendorong para kader Demokrat bersama masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Aksi kemanusiaan ini digelar pada Sabtu (8/8), sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-25 Partai Demokrat. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan ini menargetkan pengumpulan lebih dari 50 kantong darah.
Ketua DPC Partai Demokrat Badung, I Made Sunarta, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini tidak hanya dilaksanakan dalam rangka peringatan hari jadi partai, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap tingginya kebutuhan darah di fasilitas kesehatan.
“Kami melihat kebutuhan darah di rumah sakit cukup tinggi, sementara stok semakin menipis. Kondisi ini mendorong kami bersama para kader untuk berpartisipasi dalam donor darah,” ujar Sunarta.
Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan kader Demokrat, tetapi juga mengajak partisipasi masyarakat dari berbagai unsur. Pecalang dan prajuru turut ambil bagian dalam kegiatan yang dikemas dengan semangat peduli dan berbagi tersebut.
Sunarta menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi aspek penting dalam kegiatan ini, mengingat kebutuhan darah merupakan persoalan kemanusiaan yang dapat dialami siapa saja.
“Masyarakat, pecalang, prajuru, semuanya ikut berpartisipasi. Jadi ini bukan hanya kegiatan Demokrat, tetapi bagaimana kita bersama-sama peduli dan berbagi untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, semakin banyak masyarakat yang bersedia menjadi pendonor, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan dalam membantu pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Bali yang juga Ketua Komisi II DPRD Badung, I Made Sada, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut serta dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
“Donor darah ini merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat. Kita memberikan sesuatu yang sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ungkap Sada.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sekitar 30 peserta menjalani pemeriksaan awal, dan sebanyak 22 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.
Sada sendiri belum dapat mengikuti donor darah karena sebelumnya mengonsumsi obat flu sehingga belum memperoleh izin dari dokter.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, tidak hanya pada momentum tertentu. Menurutnya, kebutuhan darah di rumah sakit berlangsung setiap waktu sehingga partisipasi masyarakat perlu terus dijaga secara berkelanjutan.
Selain donor darah, rangkaian HUT Partai Demokrat Badung juga diisi dengan kegiatan peduli lingkungan, seperti aksi kebersihan dan penanaman pohon. Rangkaian kegiatan ini akan berlanjut hingga 23 Agustus 2026 dengan berbagai agenda olahraga, kesehatan, lomba lari, turnamen, serta hiburan masyarakat. BWN-05
































