Tabanan, baliwakenews.com
Sejumlah gedung workshop di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tabanan di Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan belum tersentuh renovasi secara menyeluruh. Selain infrastuktur, fasilitas penunjang pelatihan juga masih kurang optimal.
Kepala UPTD BLK Kabupaten Tabanan, AA Ayu Kesuma Yuliantari saat diwawancarai, Senin 3 Agustus 2028 mengatakan bangunan BLK sendiri merupakan hibah dari Kementerian Ketenagakerjaan sejak tahun 1981. Selama kurang lebih 45 tahun itu, beberapa bangunan ada yang sudah rusak termakan usia. Walhasil, proses pelatihan menjadi kurang memadai karena terkendala insfratruktur.
Di lokasi tersebut kata Ayu Kesuma Yuliantari terdapat enam gedung yang diperuntukkan untuk pelatihan bagi masyarakat seperti workshop Bisnis Manajemen, workshop Processing, workshop Tata kecantikan, workshop AC, workshop Sepeda Motor, dan workshop Menjahit.
“Dari enam workshop, ada beberapa yang mengalami kerusakan dan belum tersentuh renovasi seperti workshop sepeda motor, AC, dan aula,” ujar Yuliantari.
Kondisi bangunan yang mengalami kerusakan juga telah dilaporkan kepada Bupati Tabanan dan telah mendapat perhatian. Namun, pelaksanaan renovasi secara menyeluruh masih harus menunggu alokasi anggaran karena pemerintah daerah juga memiliki sejumlah proyek prioritas lainnya.
“Kami tetap bersyukur karena beberapa ruangan sudah direnovasi seperti kantor, beberapa ruang workshop, dan sekarang yang sedang jalan workshop menjahit. Ke depan tentu kami berharap pembenahan bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Selain kondisi bangunan, kebutuhan yang dinilai paling mendesak saat ini adalah penyediaan sarana dan prasarana pelatihan, khususnya peralatan praktek.
Salah satu kebutuhan utama adalah pengadaan komputer untuk mendukung pelatihan di bidang bisnis manajemen dan keterampilan digital dan pengadaan mesin jahit yang lebih representatif. BWN-06

































