Mangupura, baliwakenews.com
Pembangunan overpass di Simpang Kampus Udayana, Jimbaran, akhirnya memasuki tahap yang lebih pasti. Setelah sempat dirancang menggunakan anggaran daerah, proyek strategis tersebut kini dipastikan dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai sekitar Rp300 miliar.
Kepastian tersebut disampaikan saat groundbreaking Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat pada proyek JLS Segmen 4 di Desa Pecatu, Senin (27/7).
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan seluruh tahapan perencanaan telah disiapkan, mulai dari penyusunan Feasibility Study (FS) hingga Detail Engineering Design (DED). Menurutnya, dukungan Pemerintah Pusat menjadi kabar baik karena proyek yang sebelumnya dirancang menggunakan anggaran daerah akhirnya dapat direalisasikan melalui APBN.
“Langkah-langkah perencanaan sudah kami lakukan, termasuk menyusun dokumen FS dan DED. Berkat perjuangan Pak Gubernur Bali, yang awalnya konstruksi Simpang McDonald’s–Udayana direncanakan dibiayai daerah, akhirnya Pemerintah Pusat siap membiayai pembangunan overpass di Simpang McDonald’s,” ujarnya.
Meski konstruksi dibiayai pemerintah pusat, Pemkab Badung tetap bertanggung jawab menyelesaikan pembebasan lahan. Adi Arnawa memastikan proses pengadaan lahan telah rampung sehingga tidak lagi menjadi kendala bagi dimulainya proyek. “Lahannya sudah kami selesaikan. Mudah-mudahan prosesnya berjalan sesuai rencana sehingga bottleneck atau titik kemacetan di Simpang Udayana bisa mulai teratasi,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan proyek tersebut juga mengalami perubahan desain. Setelah melalui pembahasan bersama Kementerian Pekerjaan Umum, konsep yang semula berupa underpass diubah menjadi overpass dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar.
Menurut Koster, sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemkab Badung telah menyiapkan skema pembiayaan bersama apabila dukungan APBN tidak tersedia. Namun hasil koordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum menghasilkan keputusan bahwa seluruh pembiayaan akan ditanggung pemerintah pusat.
“Awalnya kami berpikir kalau APBN tidak ada, pembiayaannya dibagi antara provinsi dan kabupaten. Namun setelah berkoordinasi dengan Menteri PU, akhirnya proyek ini disetujui menggunakan dana APBN sebesar Rp300 miliar,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kementerian Pekerjaan Umum meminta agar penyusunan DED segera dirampungkan sehingga proses tender dapat dilaksanakan pada akhir 2026. Dengan demikian, pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada awal 2027.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, overpass Simpang Udayana ditargetkan rampung pada akhir 2027. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Jimbaran yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan utama di Bali selatan.
Pantauan di lapangan pada Kamis (30/7/2026), antrean kendaraan masih terjadi di Simpang Udayana, terutama pada jam berangkat sekolah, jam kerja, dan sore hari. BWN-04

































