Sungai Miah-miah Meluap, Hanyutkan Satu Mobil dan Motor

Iklan Home Page

Canggu, baliwakenews.com

Cuaca ekstrim di Kabupaten Badung yakni berupa hujan lebat Kamis (14/1/2021) mengakibatkan debit air Sungai Miah-miah yang berada di depan Pura Belulang Yeh, sebuah Suzuki Ertiga terdampar dengan bagian depan dan belakang sudah hancur. Begitu juga ada sepeda motor juga ikut terdampar. Para petugas kebersihan dari Desa Canggu melakukan pembersihkan kayu-kayu yang terdampak sehingga air bisa mengalir dengan lancar.  Selain itu, juga merobohkan Pelinggih Padma Sari dan Taman Beji Pesucian Pura Belulang Yeh yang berada di tengah sungai Miah-miah tersebut.

Mobil Ertiga tersebut adalah milik Muksin Salim,46, sekaligus pemilik  usaha Al Waled Alang-alang yang berlokasi di Jalan Raya Jalan Raya Pererenan- Tanah Lot, Banjar Tiying Tutul, Kuta Utara.  Ika Indriyanti, 45, istri dari Muksin saat ditemui di lokasi kejadian mengakui  kejadian ini terjadi pukul 02.30 dini hari kemarin. Pada saat itu, ia bersama suaminya lagi tertidur. Tenaga kerjanya langsung membangunkannya karena sudah dilihat air sungai meluap dan tembok depan sudah roboh. “Saya dibangunkan oleh tenaga saya, dibilang tembok depan jebol,” ujar Ika, Kamis (15/1/2021).

Baca Juga:  Wabup Suiasa Hadiri Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2023

Kemudian, suaminya langsung bangun dan bergegas mengambil kunci mobil pick up Grandmax yang parkir di bagian depan tempat usahanya itu. Namun mobil hendak dinyalakan, tanahnya langsung tergerus dan tidak bisa mengamankan mobil tersebut. Seketika ia juga mengambil kunci mobil Ertiga yang parkir di bagian belakang. Sama, begitu mau membuka pintu air sudah masuk di dalam mobil, karena air sungai sudah meluap. Dalam hitungan sekejap mobil langsung hanyut dari usaha Al Waled Alang-alang  dan  terdampar di depan Pura Belulang Yeh.  “Ketika suami saya mau hidupin mobil pick up, tanahnya jebol. Kemudian mau hidupin mobil ertiga, air sudah meluap dan bapak tidak berani masuk mobil. Langsung keluar lagi, dan mobil hanyut,” jelas sembari menambahkan suaminya itu sudah tujuh tahun membangun usaha Al Waled Alang-alang di Canggu.

Ia mengakui kejadian air sungai ini kali pertama terjadi sampai menghanyutkan mobil. Selain itu, juga menghanyutkan sebuah sepeda motor di bengkel mobil bernama MalaMadre yang persis berada di sebelah timur tempat usahanya itu.  Menurutnya, dulu kerap terjadi air deras tetapi tidak sampai meluap seperti kemarin.  “Tumben kejadian ini, sebelumnya tidak pernah walaupun hujan deras tidak ada sampai air meluap sampai seperti ini, ” jelasnya.
Akibat kejadian ini dia mengalami kerugian jutaan rupiah. Sebuah mobil Ertiga yang baru dibeli dua tahun lalu hanyut. Kemudian mobil pick up Grandmax yang dibeli baru sebulan lalu juga tergerus longsor. Selain itu ada juga beberapa barang lainnya ikut tergerus. “Kata bapak, kedua mobil sudah ada asuransi. Cuma tumben sekali ada kejadian ini, semoga kami bisa bangkit kembali, ” ungkapnya.

Baca Juga:  Roadshow Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Sementara Jro Mangku Ketut Murjaya yang merupakan Pemangku Pura Belulang Yeh mengakui, memang hujan sudah terjadi pada pukul 22.00 (Rabu, malam) dan lebat sekali. Ia juga memprediksi kejadian air meluap  tersebut terjadi pukul  03.00 (Kamis dini hari). Akibat dari air sungai meluap tersebut merobohkan Padma Sari dan Taman Beji Pesucian pura setempat yang memang pelinggih tersebut berada di dalam sungai. Selain itu juga menghanyutkan mobil dan juga ada sepeda motor. “Ini tumben air sebesar ini sampai merobohkan pelinggih, baru kali pertama. Biasanya air gede tapi tidak sampai merobohkan pelinggih, ” bebernya.

Baca Juga:  Abrasi Kembali Menggigit Pantai Kuta Alarm Sunyi di Jantung Pariwisata Bali

Lebih lanjut pihaknya juga sudah melaporkan kejadian ini ke Kelian Dinas setempat. Sehingga nanti bisa dilaporkan ke Kecamatan dan juga Kabupaten. Ia juga berharap segera nantinya bisa diperbaiki pelinggih. Karena  pura tersebut akan mau dilakukan odalan atau ritual yang puncak odalannya jatuh pada Tumpek Landep atau pada tanggal 13 Februari 2021 mendatang. “Ya, kami sudah melaporkan kejadian ini. Semoga nanti bisa cepat ada perbaikan,” terangnya. Selain itu juga terjadi bencana yang merobohkan dan menghanyutkan penyengker Pelinggih Beji, Pura Sanak Batur yang berada di Banjar Tiying Tutul. Selain itu paving yang terpasang di areal Pura juga banyak yang tergerus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bagus Nyoman Wiranata membenarkan atas kejadian tersebut. Karena terjadi hujan deras sehingga volume air sungai meluap  menyeret pelinggih, mobil dan juga ada satu sepeda motor. Tim BPBD Badung juga telah atensi kejadian tersebut. “Ini termasuk kejadian sedang dan nihil korban jiwa,”terangnya. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR