Tabanan, baliwakenews.com
Guna mendukung ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana menyerap beras dari petani lokal. Selama satu bulan, Perumda Sanjayaning Singasana mampu menyerap rata-rata beras yang diserap mencapai 270-300 ton.
Direktur Bisnis Perumda Sanjayaning Singasana, I Made Pasek Darma Sugiharta saat dikonfirmasi, Kamis 9 Juli 2026 mengatakan beras tersebut merupakan hasil panen dari petani lokal yang tersebar di seluruh kecamatan. Mekanisme yakni beras hasil panen tersebut diserap oleh perumda kemudian didistribusikan lagi.
“Resapan beras ke perumda itu rata-rata sebulan mencapai 270-300 ton. Jadi kami memang mengutamakan beras dari petani lokal Tabanan,” ujar Pasek Darma Sugiharta.
Kemudian, setelah beras diserap, Perumda Sanjayaning Singasana mendistribusikannya kembali ke berbagai tempat dan wilayah di seluruh Bali. Seperti halnya hotel dan restoran, toko modern dan outlet, ASN, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan agar para petani di Tabanan tidak kebingungan pasca panen. Sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh petani.
Ditambahkannya, sementara ini di perumda baru menyerap beras saja dan bukan gabah. Faktor ini dikarenakan pihak perumda belum memiliki Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggiling otomatis yang berfungsi memisahkan sekam dan kulit ari.
“Untuk gabah belum bisa kami serap karena belum tersedia mesin RMU,” jelasnya.
Langkah ini menjadi program yang terkorelasi dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. Sebelum penyerapan beras, Pemkab Tabanan melalui Dinas Pertanian terlebih dahulu memberikan bantuan benih padi sebanyak puluhan ton bagi kelompok subak dengan lahan ratusan hektare. BWN-06

































