Macan Penjaga Hutan hingga Ritual Suci Mapepada, Penampilan Duta Badung di PKB 2026 Bikin Penonton Terpukau

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Penampilan Sanggar Seni Kadung Tresna bersama Barong Binal Mengwitani sukses mencuri perhatian ribuan penonton pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Art Centre Denpasar, Sabtu (20/6/2026). Mengusung garapan bertajuk “Srotragrahana”, pertunjukan ini menghadirkan perpaduan seni, spiritualitas, dan filosofi Hindu Bali yang sarat makna.

Koordinator pertunjukan, Made Dita Cahyadinata, menjelaskan bahwa “Srotragrahana” menggambarkan kehidupan harmonis di jantung Hutan Greseh, tempat berbagai satwa seperti unggas, kera, anjing, kura-kura, babi, hingga macan hidup berdampingan secara damai.

“Menjaga taksu leluhur kita, kemudian melestarikan budaya Bali, terlebih adalah proses pemurnian roh,” ujarnya.

Baca Juga:  Charta Politika Indonesia: Koster-Giri Unggul Telak 69,8 Persen atas Mulia PAS, Responden Nyatakan Mantap Pada Pilihannya

Keunikan garapan ini tampak dari sosok macan yang biasanya dikenal sebagai pemangsa ganas. Dalam “Srotragrahana”, macan justru ditampilkan sebagai pelindung seluruh penghuni hutan. Simbol tersebut menggambarkan bahwa kekuatan sejati bukanlah ancaman, melainkan kemampuan untuk menjaga dan mengayomi.

Nuansa spiritual semakin terasa dengan hadirnya sosok Dang Hyang Nirartha atau Pedanda Sakti Wawu Rauh yang tengah menjalani tapa dan menulis sastra suci di atas lontar. Pancaran jnana atau pengetahuan sucinya digambarkan memancarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk sehingga mampu memahami bahasa alam dan berkomunikasi dengan seluruh penghuni Hutan Greseh.

Puncak pertunjukan terjadi ketika para satwa dengan penuh keikhlasan menjadi bagian dari sarana ritual di Pura Sada Kapal. Kisah kemudian mengarah pada prosesi sakral Mapepada yang memiliki makna penyucian roh atau atman hewan dalam ajaran Hindu Bali.

Baca Juga:  Bupati Terima Konjen Australia, Bahas Pembangunan Museum Perdamaian

Menurut Made Dita Cahyadinata, hewan yang digunakan sebagai sarana upacara tidak dipandang sebagai korban semata, melainkan sebagai makhluk yang tengah menempuh jalan pengabdian suci.

“Upacara Mapepada bertujuan untuk menyucikan roh atau atman hewan dari sifat-sifat kebinatangan sehingga pada kelahiran berikutnya dapat mencapai derajat kehidupan yang lebih tinggi,” jelasnya.

Melalui “Srotragrahana”, Sanggar Seni Kadung Tresna dan Barong Binal Mengwitani tidak hanya menyajikan tontonan artistik yang memukau, tetapi juga menghadirkan pesan mendalam tentang hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan seluruh ciptaan Tuhan.

Baca Juga:  Puspem Badung Bakal Dilengkapi SPKLU

Penampilan Duta Kabupaten Badung ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya Bali tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga taksu leluhur serta kesucian nilai-nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Keindahan visual dan pesan filosofis yang kuat membuat “Srotragrahana” menjadi salah satu penampilan yang paling menyita perhatian dalam rangkaian PKB XLVIII Tahun 2026. BWN-03/Kominfo

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR