Mangupura, baliwakenews.com
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca dalam sepekan ke depan. Pada periode 2–8 April 2026, Bali diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang yang terjadi tidak merata di sebagian besar wilayah.
Selain hujan, kondisi cuaca juga ditandai suhu udara berkisar antara 22–34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, yakni 60–95 persen. Angin umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 6–38 kilometer per jam.
Tak hanya di darat, kondisi perairan juga perlu diwaspadai. Tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Bali diperkirakan bervariasi. Di Perairan Utara Bali dan Selat Lombok bagian utara, gelombang berkisar antara 0,25 hingga 1,25 meter. Sementara di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali, gelombang berpotensi mencapai 0,5 hingga 2,5 meter.
Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer, salah satunya nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang mencapai +10,4 atau masuk kategori signifikan. Hal ini berdampak pada meningkatnya pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, termasuk Bali.
Selain itu, suhu muka laut di sekitar Bali yang relatif hangat, berkisar antara 28–30 derajat Celsius, turut meningkatkan suplai uap air di atmosfer. Massa udara basah juga terpantau terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga ketinggian sekitar 12.000 meter, yang semakin mendukung terbentuknya awan konvektif penyebab hujan.
BMKG mencatat, baik pada periode 2–4 April maupun 5–8 April 2026, pola cuaca cenderung tidak mengalami perubahan signifikan. Potensi hujan ringan hingga sedang tetap terjadi dengan karakteristik yang relatif sama, begitu pula dengan kondisi angin dan tinggi gelombang.
Seiring kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai petir atau kilat. Dampak yang mungkin timbul antara lain jalan licin hingga genangan air di sejumlah titik.
Nelayan dan pelaku wisata bahari juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap tinggi gelombang, khususnya di wilayah Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, serta Perairan Selatan Bali.
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama menghadapi dinamika cuaca dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat juga diimbau untuk rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, terutama terkait peringatan dini cuaca dan potensi iklim ekstrem. BWN-04





























