Bali Siaga Cuaca Ekstrem, Bibit Siklon 90S Picu Angin 68 Km/Jam

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Bali memasuki fase siaga cuaca ekstrem. Bibit Siklon Tropis 90S yang bergerak mendekati perairan selatan Bali mulai menunjukkan dampak nyata berupa angin kencang hingga gelombang tinggi di sejumlah wilayah.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat kecepatan angin maksimum di Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai mencapai 37 knot atau sekitar 68 kilometer per jam dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan BBMKG, Ariantika, menjelaskan saat ini bibit siklon 90S berada di perairan selatan Jawa dan bergerak ke arah timur menuju perairan selatan Bali. Peningkatan kecepatan angin diperkirakan masih berlanjut setidaknya hingga 7 Maret dengan pola yang fluktuatif.

Baca Juga:  Enam Unit Damkar Badung Berhasil Padamkan Kebakaran Diperumahan GTT Dalung

“Potensi angin kencang masih berlangsung dan perlu diwaspadai,” ujarnya, Kamis (5/4/2026).

BMKG menyebut kondisi ini dipicu kombinasi dinamika atmosfer, mulai dari terbentuknya pola konvergensi di sekitar Bali hingga aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 4 di wilayah Maritime Continent yang mendukung pembentukan awan hujan intens.

Selain itu, gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin juga terdeteksi melintasi wilayah Bali, memperkuat potensi hujan lebat disertai angin kencang.

Fenomena downburst dari awan Cumulonimbus (Cb) menjadi salah satu pemicu utama angin kencang yang dominan terjadi pada malam hari. Pemanasan permukaan yang tinggi pada pagi hingga siang turut mempercepat pertumbuhan awan konvektif.

Baca Juga:  Menjadi Zona Hijau, Tantangan Bagi Pemerintah dan Masyarakat Badung

Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan meliputi Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Jembrana, Tabanan, serta Klungkung khususnya Nusa Penida.

Di sektor kelautan, tinggi gelombang di perairan selatan Bali tercatat berkisar 1 hingga 5 meter, sementara di perairan utara Bali antara 0,5 hingga 2 meter. Kondisi ini berisiko terhadap aktivitas nelayan, pelayaran, hingga wisata bahari.

“Masyarakat perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem,” tegas Ariantika.

Baca Juga:  Korban Hilang di Pantai Kelan Ditemukan Meninggal

BMKG mengimbau masyarakat rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak dalam beberapa hari ke depan.

Dengan posisi bibit siklon 90S yang semakin mendekat, Bali kini berada dalam pengawasan ketat cuaca ekstrem. Kewaspadaan dan kesiapan menjadi langkah utama untuk meminimalkan risiko. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR