Denpasar, Baliwakenews.com
Suasana Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Senin (19/1/2026), tampak lebih hidup dari biasanya. Bukan sekadar rapat teknis, pertemuan jajaran Tim Penggerak PKK Provinsi Bali hari itu menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana menjaga ruh gerakan PKK agar tetap relevan dan berdampak nyata bagi keluarga dan masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, hadir langsung dalam Rapat Koordinasi Teknis Persiapan Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Provinsi Bali Tahun 2026. Didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, rakor ini mempertemukan para Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Bali, dewan juri lomba, serta jajaran Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) provinsi dan kabupaten/kota.
Rakor teknis ini menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas jenjang. Di ruang itulah, berbagai pedoman pelaksanaan, mekanisme lomba, hingga kriteria dan bobot penilaian dibahas secara detail. Namun lebih dari itu, pertemuan ini menegaskan satu hal penting: Lomba HKG PKK bukan sekadar agenda rutin tahunan.
Dalam arahannya, Ny. Putri Suastini Koster mengingatkan agar seluruh jajaran TP PKK tidak terjebak pada euforia lomba yang bersifat seremonial. Menurutnya, HKG PKK harus menjadi momentum pembinaan dan evaluasi program agar gerakan PKK benar-benar menyentuh kebutuhan keluarga.
“Lomba HKG PKK jangan hanya dimaknai sebagai kegiatan rutin atau seremonial semata. Ini harus menjadi sarana pembinaan, evaluasi, dan penguatan program PKK agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga dan masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kualitas pelaksanaan lomba sangat bergantung pada sinergi yang kuat antarjenjang TP PKK, serta kesamaan pemahaman terhadap pedoman dan indikator penilaian. Tanpa koordinasi yang solid, tujuan besar PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan keluarga akan sulit tercapai.
Rakor teknis ini juga menjadi ruang dialog antara pengurus PKK dan para dewan juri. Harapannya, seluruh pihak memiliki sudut pandang yang sama dalam menilai bukan hanya hasil akhir, tetapi juga proses dan keberlanjutan program di lapangan.
Di balik diskusi teknis dan paparan mekanisme lomba, tersimpan harapan besar agar HKG PKK Provinsi Bali Tahun 2026 menjadi lebih bermakna. Bukan sekadar memilih yang terbaik di atas kertas, tetapi mendorong lahirnya praktik-praktik baik yang dapat direplikasi demi peningkatan kesejahteraan keluarga Bali.
Melalui rapat koordinasi ini, TP PKK Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas gerakan PKK sebagai kekuatan sosial yang bekerja dari tingkat keluarga, dengan sinergi, konsistensi, dan keberpihakan pada kebutuhan nyata masyarakat. BWN-03
































