Operasi Gabungan Malam Hari, Desa Adat dan Aparat Bersatu Jaga Ketertiban Kawasan Wisata Legian

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Ketertiban kawasan wisata Legian terus diperkuat melalui sinergi antara aparat pemerintah dan unsur desa adat dalam operasi gabungan yang digelar Minggu (11/1/2026) malam. Kolaborasi lintas unsur ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga rasa aman dan kenyamanan wisatawan di tengah tingginya aktivitas kawasan.

Operasi yang berlangsung di persimpangan Jalan Melasti selama dua jam, dari pukul 20.00 hingga 22.00 Wita, melibatkan sekitar 100 personel gabungan dari berbagai instansi serta komponen pengamanan desa adat.

Tokoh masyarakat Legian, I Wayan Puspa Negara, menyebut keterlibatan desa adat, pecalang, hingga pangerodan banjar menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ketertiban lingkungan wisata.

Baca Juga:  Perbekel Beri Pengarahan Kepada Penerima BLT Di Jelijih Punggang

“Keamanan kawasan wisata tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat. Peran masyarakat adat sangat penting karena mereka paling memahami dinamika di wilayahnya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menemukan sejumlah pelanggaran yang berpotensi mengganggu kenyamanan publik, seperti pengendara tanpa helm, penggunaan knalpot tidak standar, serta pemakaian atribut ojek yang tidak sesuai ketentuan aplikator. Pelanggaran lalu lintas langsung ditindak oleh Polresta Denpasar, sementara sekitar 116 jaket ojek tidak resmi disita bersama Satgas Gojek dan Grab.

Baca Juga:  Banyak Fasilitas Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Wabup Gus Bota Tinjau Bangunan Rusak di Kuta Utara

Langkah ini dilakukan untuk menekan praktik transportasi tidak resmi yang kerap memicu keluhan wisatawan serta menimbulkan kesemrawutan di titik-titik ramai kunjungan.

Operasi gabungan melibatkan unsur Timpora Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai, Polresta Denpasar, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Satpol PP, aparat desa adat, linmas, pecalang, hingga pangerodan banjar se-Legian.

Menurut Puspa Negara, sejak rutin digelar sejak September 2025, pola pengamanan berbasis kolaborasi ini mulai menunjukkan dampak positif, terutama dalam menekan aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan kawasan wisata. Meski demikian, titik-titik persimpangan masih menjadi fokus perhatian karena pelanggaran lalu lintas masih kerap terjadi.

Baca Juga:  Antisipasi Serangan Hama Wereng Coklat Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Gerdal

“Kami ingin membangun sistem pengamanan kawasan yang berkelanjutan, bukan hanya sesaat. Dengan kebersamaan ini, Legian diharapkan tetap menjadi destinasi yang aman, tertib, dan berdaya saing,” pungkasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR