Bali, baliwakenews.com
Di tengah geliat pariwisata dan tantangan lingkungan, Bali kembali menunjukkan wajah lain: pusat inovasi hijau dan kolaborasi komunitas. Sebuah acara bertajuk āReconnect with Natureā yang diinisiasi Utama Spice di The Kul Kul Farm menjadi panggung pertemuan antara komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan inovator berkelanjutan.
Lebih dari sekadar kegiatan rekreasi, acara ini menjadi simbol bagaimana ekonomi lokal bisa tumbuh dengan berakar pada keberlanjutan dan kearifan tradisi. Dalam sesi workshop sabun alami, peserta belajar meramu bahan herbal lokal menjadi produk perawatan pribadi. Aktivitas sederhana ini menjadi pengingat bahwa nilai tambah bisa lahir dari kekayaan alam Bali bila dikelola dengan cerdas.
Tak hanya itu, hadir pula ChopValue Bali, startup yang mengubah sumpit sekali pakai dan tusuk bambu bekas menjadi furnitur dan perlengkapan rumah ramah lingkungan. Melalui mikro-pabriknya di Bali, ChopValue menegaskan bahwa limbah bisa bernilai ekonomi, bahkan menghasilkan produk karbon-negatif yang kini diminati pasar internasional.
Acara ini berlangsung di The Kul Kul Farm, ruang yang dulunya berfokus pada edukasi permakultur. Kini farm yang didirikan oleh Orin dan Maria Hardy ini bertransformasi menjadi destinasi eco-hospitality terpandu.
Dengan fasilitas akomodasi bambu, restoran Taani yang menyajikan hidangan farm-to-table, hingga praktik pertanian regeneratif, farm ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberi peluang bagi petani lokal untuk memasok bahan organik secara berkelanjutan.
āModel seperti ini bukan hanya tentang pariwisata, tapi juga rantai nilai yang melibatkan petani, pengrajin, hingga komunitas kreatif,ā ujar Ria Templer, Direktur Utama Spice.
Sentuhan estetik hadir dari Ranting Florist, pelopor floristry berkelanjutan di Bali. Rangkaian bunga lokal yang mereka tampilkan bukan sekadar dekorasi, melainkan bentuk seni hidup yang menekankan pentingnya memanfaatkan sumber daya botani dengan penuh hormat.
Kolaborasi lintas bidang ini menunjukkan wajah ekonomi kreatif Bali yang semakin kompleks, wellness, pertanian organik, desain berkelanjutan, hingga seni floristry, semua bertemu dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Bagi Utama Spice, brand yang lahir sejak 1989 dari tradisi herbal Bali, acara ini adalah manifestasi komitmen untuk membangun masa depan berkelanjutan. āKami ingin mengajak orang melambat, terhubung kembali dengan alam, dan melihat bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, dari sebatang sabun, hidangan bersama, atau sekedar berjalan di kebun,ā kata Ria.
Dengan dasar filosofi Tri Hita Karana, harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas, Utama Spice menempatkan acara ini sebagai momentum mempertemukan komunitas. Di satu sisi, publik mendapatkan pengalaman langsung, di sisi lain, UMKM, petani, dan kreator lokal mendapat panggung untuk menunjukkan potensi mereka.
Apa yang terjadi di The Kul Kul Farm hari itu memperlihatkan arah baru pariwisata dan ekonomi Bali. Tidak lagi hanya bergantung pada atraksi pantai dan hiburan malam, melainkan beranjak pada wisata berbasis pengalaman, keberlanjutan, dan pemberdayaan komunitas lokal.
Dengan semakin banyaknya kolaborasi seperti ini, Bali berpotensi mengukuhkan dirinya sebagai pusat inovasi hijau Asia Tenggara, tempat di mana kearifan tradisional berpadu dengan kreativitas modern untuk menciptakan gaya hidup berkelanjutan. BWN-04

































