Denpasar, baliwakenews.com
Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Bali pada Kamis (18/9) malam pukul 22.59 WITA. Meski getarannya sempat dirasakan ringan di Kuta dan Denpasar, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak menimbulkan kerusakan maupun potensi tsunami.
Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa hasil monitoring hingga pukul 23.20 WITA tidak menunjukkan adanya gempa susulan. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah percaya pada isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, serta selalu mengecek kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas,” ujarnya.
BMKG mencatat episenter gempa berada di laut, sekitar 218 km barat daya Kuta Selatan, pada kedalaman 48 km. Analisis mekanisme menunjukkan gempa dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia dengan tipe oblique thrust fault atau kombinasi sesar naik dan mendatar.
Getaran gempa yang masuk kategori II MMI hanya dirasakan sebagian orang dan membuat benda gantung bergoyang. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
BMKG mengingatkan pentingnya masyarakat mengandalkan informasi resmi yang dikeluarkan melalui website, aplikasi, dan kanal media sosial BMKG yang terverifikasi. Selain itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan, terutama bagi mereka yang tinggal di bangunan bertingkat maupun kawasan rawan bencana. BWN-04































