Padat dan Rentan di Selatan, Penglingsir Bali Tuntut Pemerataan Lewat Bandara Bali Utara

Iklan Home Page
Gianyar, baliwakenews.com – Di balik megahnya puri tua di Gianyar, suara para penglingsir Bali bergema lantang, Bali Utara tak bisa terus menunggu. Mereka yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali (P3SB) mendesak Presiden Prabowo Subianto segera meletakkan batu pertama pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Kubutambahan, Buleleng.
“Jangan biarkan proyek ini hanya jadi spekulasi. Masyarakat Bali Utara menanti kepastian,” kata Ketua Harian P3SB, Tjokorda Putra Nindya.
Desakan itu bukan tanpa alasan. Bali selatan sudah terlalu sesak. Banjir bandang pada 10 September lalu yang merenggut belasan nyawa dan melumpuhkan aktivitas ekonomi menjadi bukti rapuhnya pusat pembangunan di selatan. “Ini alarm nyata. Bali butuh keseimbangan,” tegas AA Ngurah Ugrasena dari Puri Agung Singaraja.
PT BIBU Panji Sakti selaku penggagas memastikan proyek tak berhenti di atas kertas. Investor swasta dari Tiongkok hingga Timur Tengah sudah meneken MoU, dengan target runway pertama beroperasi pada 2028. Lokasi Kubutambahan disebut sesuai RTRW, bahkan dirancang di atas laut agar tak menggeser situs suci.
Bagi para penglingsir, bandara baru bukan sekadar infrastruktur, tapi simbol pemerataan dan masa depan Bali. “Kami percaya Presiden akan memenuhi janjinya. Bali Utara siap menjadi pusat pertumbuhan baru,” ujar Ugrasena. BWN-01
Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR