Mangupura, Baliwakenews.com
Langit-langit jalan protokol Kabupaten Badung yang semakin bersih dari kabel semrawut menarik perhatian hingga ke Ibu Kota. Senin (2/6), Gedung DPRD Badung kedatangan tamu istimewa: Panitia Khusus (Pansus) Raperda Jaringan Utilitas Terpadu DPRD Provinsi DKI Jakarta. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan studi banding yang mendalam tentang bagaimana Badung sukses menata utilitas bawah tanahnya secara terpadu sejak 2016.
Dipimpin oleh Ketua Pansus, Pantas Nainggolan, rombongan DPRD DKI Jakarta ingin menggali lebih jauh praktik baik yang telah diterapkan di Badung. “Kita ingin memperbandingkan sekaligus belajar dari pengalaman Badung. Sejak perda diberlakukan, hasilnya sudah sangat signifikan,” ungkap politisi PDI Perjuangan itu. Baginya, penataan jaringan bukan sekadar soal rapi-rapi, tapi juga soal estetika, efisiensi, bahkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) di masa depan.
Kondisi semrawut kabel listrik dan telekomunikasi yang membentang di atas jalan, diakui masih menjadi persoalan klasik di banyak kota besar, termasuk Jakarta. Maka dari itu, rencana DKI Jakarta untuk menyempurnakan Raperda ini menjadi strategis dan urgen.
Di sisi lain, Badung tak pelit berbagi. Wakil Ketua Komisi III DPRD Badung, I Nyoman Satria, menyambut baik kunjungan ini. Ia memaparkan, penataan utilitas terpadu di Badung selama ini murni dibiayai dari APBD. “Dulu kabel listrik dan telepon semrawut. Sekarang secara bertahap kita tata, contohnya di Jalan Kayu Tulang, Kuta Utara, sudah terlihat hasilnya. Ke depan kita ingin seluruh kecamatan tertata, termasuk Mengwi Utara,” katanya.
Lebih jauh, Satria menambahkan bahwa selama ini para provider masih diberi akses gratis untuk menempatkan utilitas mereka. Namun ke depan, seiring proyek ini mencapai lebih dari 50 persen wilayah, akan ada revisi perda untuk mengatur kontribusi provider secara lebih jelas.
Langkah Badung ini menjadi cermin bahwa penataan kota bukan hanya urusan estetika, tapi juga soal visi jangka panjang membangun sistem infrastruktur modern yang berkelanjutan. Dan kini, Jakarta pun mulai menapaki jejak serupa. BWN-05
































