Koalisi Golkar-Gerindra Di Pilpres, Pengurus Daerah Tunggu Instuksi

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Walau pun DPP Partai Golkar telah memastikan arah dukungan kepada Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2024. Namun, tidak begitu dengan di daerah. Ketua DPD II Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa saat ditemui, Selasa (15/8) mengaku masih wait and see, karena sejauh ini belum mendapatkan instruksi yang pasti di wilayah masing-masing tentang keberadaan koalisi ini.

“Tentunya kami di daerah masih wait and see, menunggu sejauh mana koalisi ini akan digetoktularkan ataupun diinstruksikan ke bawah. Karena dalam konteks mendukung capres, itu nanti kan ada cawapresnya. Apakah setelah ada pasangan capres cawapres baru kita diinstruksikan secara masif, ataukah masih sementara masih di tingkat DPP,” ujarnya.

Akan tetapi menurut Suyasa, apapun instruksi dari DPP Partai Golkar, pihaknya di internal Partai Golkar Kabupaten Badung pasti akan mengikuti arahan dan instruksi dari DPP. Disinggung apakah dari koalisi ini figur dari Golkar yakni Airlangga Hartanto berpeluang mendampingi Prabowo Subianto menjadi cawapres, Suyasa berharap hal tersebut bisa terwujud jika melihat capable dan dukungan riil Partai Golkar yang besar.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Ulang Tahun ST. Kerta Santi Banjar Adat Kerta, Petang

“Kalau berbicara Partai Golkar adalah pemenang kedua secara nasional di pemilu sebelumnya dengan jumlah kursi 85 kursi di DPR RI. Sehingga logikanya, kami di DPD II menginginkan Pak Airlangga sebagai calon presiden. Akan tetapi terlepas dari bagaimana arah dukungan DPP Golkar ke Pak Prabowo, tetap kita hormati,” terang Suyasa.

“Intinya, simbol kami di DPP (Airlangga Hartanto, red) bisa diberikan suatu reward dan kelayakan dari masing-masing partai pendukung dari Pak Prabowo dengan melihat capable, kualitas, dan dukungan riil dari Partai Golkar begitu besar. Harapan kami sih seperti itu. Kalau bisa figur terbaik kami, Pak Airlangga bisa menjadi paketnya dari Pak Prabowo,” kata terang politisi asal Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi ini.

Baca Juga:  Plt. Bupati Suiasa Menghadiri Debat Perdana Cabup dan Cawabup Kabupaten Badung

Lalu apakah koalisi Golkar-Gerindra akan berlanjut di Pilkada Badung tahun 2024 mendatang?, Suyasa menjawab, dunia politik berjalan dinamis. Yang jelas, selain koalisi pilpres, Suyasa juga fokus untuk membesarkan partai di Badung dengan merebut minimal 20 persen kursi di DPRD Badung dalam laga pileg 2024. Jika tercapai target tersebut, mana Golkar Badung berpeluang menelurkan calon kepala daerah. Seperti diketahui, Golkar saat ini memiliki 7 kursi dari 40 kursi. Sedangkan tahun 2024, kursi DPRD Badung akan bertambah menjadi 45 kursi.

“Kami di internal Partai Golkar optimis bahwa untuk pemenangan, minimal membesarkan Partai Golkar di wilayah Kabupaten Badung. Jika kami mampu memberikan bukti tembus minimal 20 persen, maka memenuhi persyaratan mengusung calon kepala daerah. Tentunya setelah Pileg dan Pilpres, kita akan duduk kembali melihat situasi dan kondisi masing-masing partai dilihat dari anggota DPRD yang terpilih pada saat 14 Februari 2024,”tetangnya.

Baca Juga:  Pria Asal Penebel Ditangkap Usai Gelapkan Motor dan Bebek

Sementara di temui terpisah Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung, Putu Parwata enggan berkomentar banyak terkait masalah PDIP akan dikeroyok banyak partai dalam Pilpres 2024. “Untuk masalah itu saya tidak ada komentar dulu. Yang jelas dari PDIP tetap Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden kita,” ujarnya. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR