Denpasar, baliwakenews.com
Porprov Bali 2022 mendatang telah dipastikan dihelat di bulan September. Pesta olahraga itu akan disebar ke seluruh kabupaten/kota di Bali dengan mempertandingkan 37 cabor resmi. Namun, dalam 37 cabor itu, olahraga e-sport memang belum dipertandingkan secara resmi, tapi bagusnya adalah olahraga yang sedang digandrungi anak muda milenial ini dipertandingkan secara ekshibisi. Meski hasil tak mempengaruhi medali kontingen di klasemen nantinya, Pengkot E-Sport Indonesia (ESI) Denpasar tetap menatap Porprov Bali 2022 mendatang dengan serius.
“Kami akan siapkan player terbaik dari beberapa games yang dipertandingkan. Player itu sudah masuk dalam radar pantauan kami dan akan lebih berkembang di Denpasar Gaming League (DGL) mendatang yang merupakan event ESI Denpasar,” beber Ketua Umum Pengkot ESI Denpasar, Nyoman Adikarya Nugraha saat dikonfirmasi Minggu (26/12). Lanjutnya, lewat DGL itu, player unggulan dari Denpasar akan berkompetisi dengan player dari kabupaten lainnya karena event itu terbuka nantinya untuk umum. “Peluang di tiap games ada, terutama akan menarik di dua games yakni Free Fire dan PUBG Mobile,” ujar Adikarya.
Sementara games-games yang dipertandingkan di ekshibisi Porprov Bali mendatang yakni Mobile Legend, PUBG Mobile, PES, Free Fire dan Lokapala. Games ini mengacu dari ekshibisi PON 2021 lalu. “Semua tim nantinya punya potensi. Buleleng dan Badung jadi yang paling menarik karena banyak player bagus disana,” ungkapnya.
Lantas bagaimana soal player dan proteksi yang dilakukan ESI Denpasar? Kata Adikarya, pihaknya tetap memprioritaskan putra daerah atau asli ber-KTP Denpasar. Soal aturan pemain, pihaknya belum mengetahui kebijakan resmi Pengprov ESI Bali apakah boleh tidak sesuai domisili atau harus sesuai dengan domisilinya. BWN-06
































