PTM Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Mulai diterapkannya pertemuan tatap muka (PTM) di sekolah dan institusi pendidikan dalam skala terbatas dan bertahap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Universitas Hindu Indonesia, Putu Krisna Adwitya Sanjaya,SE.,M.Si., Senin 18 Oktober 2021, di Kampus Unhi Denpasar.

Dikatakan, PTM ternyata ada korelasinya terhadap perekonomian. “Beberapa sektor unit kependidikan seperti sekolah maupun kampus sudah mulai menerapkan PTM. Saya menyambut baik PTM terbatas tersebut mengingat ya sudah hampir 1,7 bulan pembelajaran sebagian besar dilakukan secara daring, ” ucapnya.

Baca Juga:  PB MI Gelar Seleknas, Bali Rencana Kirim 10 Fighter

Tentunya dengan ada PTM secara langsung walaupun masih bertahap dan terbatas ini merupakan angin segar bagi perekonomian. “Minimal dengan adanya PTM tersebut, animo atau gairah sektor riil mikro akan bergerak kembali. Contohnya kantin, warung-warung di seputaran sekolah/kampus, pemasok produk barang dan jasa dan juga kost akan buka kembali, ” ujar Putu Krisna.

Lebih lanjut dijelaskan Kuartal IV 2020 pertumbuhan Ekonomi Bali minus 12,21 %, kuartal I 2021 minus 9,85 %. Terpuruknya laju pertumbuhan Ekonomi Bali disebabkan karena anjloknya sektor pariwisata yang selama ini men-drive perekonomian akibat hempasan Covid -19. Kemudian di triwulan II tahun 2021 ekonomi tumbuh 2,83 % persen (YOY), pelonggaran PPKM memberikan ruang gerak bagi sektor pariwisata maupun sektor terkait lainnya untuk me-recovery pertumbuhan Ekonomi Bali. “Dengan PTM aktifitas perekonomian secara bertahap akan bergeliat kembali. Ini yang saya maksud PTM mampu menjadi stimulus awal geliatkan lagi ekonomi, ” tukasnya.

Baca Juga:  Pembuang Sampah Sembarangan Ditipiring, Denda Rp 200 Ribu

Namun Putu Krisna mengingatkan, aktivitas ekonomi tersebut harus disertai dengan prokes yang ketat. Penggunaan aplikasi peduli lindungi, penyemprotan secara berkala disinfektan, harus disertai pengawasan berkala dari regulator. “Regulator harus tegas dalam memonitor, bila ada yang abai atau melanggar aturan maka pembinaan dan pemberian sanksi perlu dilakukan. Bila itu dilakukan secara serius, komit dan konsisten maka saya yakin kegiatan PTM ini membawa progress positif dalam memulai kehidupan era baru dalam dunia pendidikan termasuk perekonomian secara bertahap, ” pungkasnya.*BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR