Denpasar, Baliwakenews.com
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Bali dan KONI Cup Denpasar 2026 resmi berakhir di GOR Kompyang Sujana, Denpasar, Minggu (25/10/2026). Ajang yang berlangsung selama empat hari, 22–25 Oktober 2026, ini menjadi momentum menjaring atlet-atlet potensial yang dipersiapkan mewakili Bali pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu, Desember mendatang.
Sebanyak 386 atlet dari sembilan kabupaten/kota se-Bali ambil bagian dalam kejuaraan yang berada di bawah pembinaan Pengkab/Pengkot Wushu Indonesia (WI) tersebut. Persaingan berlangsung di berbagai kategori, mulai dari Taolu perorangan junior dan senior putra-putri, Jiti junior, Duilian junior A dan senior, Taolu Tradisional, hingga Sanda junior dan senior.
Ketua Panitia Pelaksana, AA Ngurah Jayanegara, mengatakan pelaksanaan Kejurprov Wushu Bali dan KONI Cup Denpasar 2026 berjalan lancar. Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga sarana mengukur kemampuan atlet sekaligus menjaring talenta terbaik untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Atas nama panitia, saya mengucapkan terima kasih kepada para atlet wushu dari sembilan kabupaten/kota yang telah berjuang dan ikut menyukseskan kejuaraan ini. Selamat kepada atlet yang berhasil menjadi juara di semua kategori,” ujar Jayanegara saat penyerahan medali dan piagam penghargaan.
Ia meminta para atlet yang berhasil meraih gelar juara segera mempersiapkan diri, terutama dari sisi teknik, fisik, dan mental, sebelum berlaga di Kejurnas Wushu pada Desember mendatang. Persiapan yang matang dinilai penting agar atlet Bali mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di level nasional.
Di sisi lain, Jayanegara juga memberikan motivasi kepada atlet yang belum berhasil meraih podium. Ia mengingatkan bahwa hasil pertandingan bukanlah akhir dari perjalanan seorang atlet, melainkan bagian dari proses pembinaan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi.
“Bagi yang belum berhasil meraih juara, jangan berkecil hati. Teruslah berlatih dan mengasah teknik karena masih banyak kesempatan di kompetisi berikutnya, termasuk Porprov Bali 2027,” tegasnya.
Berakhirnya kejuaraan ini diharapkan menjadi pijakan bagi pembinaan wushu di Bali untuk terus melahirkan atlet berprestasi. Dengan kompetisi yang berkesinambungan dan persiapan terarah, atlet-atlet potensial yang muncul di Kejurprov 2026 diharapkan mampu melangkah lebih jauh, baik di tingkat regional maupun nasional. BWN-05
































