Rektor Unwar Prof. Pandit Raih Gelar CHEL, Jadi Satu-Satunya PTS dari Bali di AERLA Angkatan I

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., CHEL., meraih gelar Coach for Higher Education Leaders (CHEL) setelah menyelesaikan program APTISI Executive Rector Leadership Academy (AERLA) Angkatan I. Pencapaian ini memperkuat komitmen Unwar dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan, tata kelola, dan daya saing perguruan tinggi di Bali.

Prosesi wisuda berlangsung di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Jumat (23/10/2026), dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.

Unwar menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) dari Bali yang berpartisipasi dalam program tersebut. AERLA Angkatan I diikuti 40 PTS terakreditasi Unggul dari total 97 PTS terakreditasi Unggul di Indonesia.

Partisipasi ini menjadi kesempatan bagi Unwar untuk memperluas jejaring nasional sekaligus memperkuat strategi pengembangan institusi di tengah perubahan lanskap pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Tiga Hari AERLA, Rektor Unwar Perdalam Strategi Kepemimpinan

Prof. Pandit menyambut positif pelaksanaan AERLA sebagai program strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para pimpinan perguruan tinggi swasta. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan pendidikan tinggi, transformasi digital, kemitraan, pengembangan riset, serta strategi peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi.

Baca Juga:  Sekda Alit Wiradana Buka Gebyar Vokasi Kota Denpasar Tahun 2022

“Program ini memberikan banyak perspektif baru bagi kami sebagai pimpinan perguruan tinggi, terutama dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat. Kepemimpinan perguruan tinggi saat ini menuntut kemampuan beradaptasi, berpikir strategis, membangun kolaborasi, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkap Prof. Pandit, Sabtu (24/10/2026).

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi dari Hashim Sujono Djojohadikusumo mengenai perspektif pembangunan Indonesia dan peran perguruan tinggi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Pembahasan juga mencakup kebijakan dan kemitraan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), pengembangan riset, serta arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto.

Hari kedua berfokus pada transformasi digital dan pembangunan. Materi yang disampaikan meliputi program Internet Rakyat dari PT Surge, paparan PT PLN, pemikiran mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Mohammad Nasir, serta perspektif kritis Rocky Gerung.

Peserta juga mendapatkan pemaparan kebijakan dan program unggulan dari tiga direktur jenderal di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sesi berbagi pengalaman bersama pimpinan Universitas Amikom dan UMIKOM turut memperkaya pembahasan mengenai pengelolaan perguruan tinggi.

Baca Juga:  Akad Massal KUR 800.000 Debitur, Gubernur Koster Dorong Tercipta Lapangan Kerja 

Sementara itu, hari ketiga diisi dengan pemaparan Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, mengenai Philosophy, Politics, Economics. Materi lainnya disampaikan oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) dan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi wisuda peserta yang telah menyelesaikan program AERLA Angkatan I.

Gelar CHEL Jadi Bekal Perkuat Tata Kelola Unwar

Ketua Umum APTISI, Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., menyampaikan bahwa para rektor yang menuntaskan program AERLA Angkatan I memperoleh gelar CHEL.

Bagi Prof. Pandit, pembekalan tersebut menjadi bekal untuk memperkuat tata kelola institusi, mendorong inovasi pembelajaran, serta membangun kemitraan lintas sektor.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya mempertahankan mutu akademik, tetapi juga harus mampu merespons perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan perubahan sosial.

Transformasi digital perlu berjalan seiring dengan penguatan integritas akademik, nilai kemanusiaan, dan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi tetap berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Resmikan Taman Bermain Ramah Anak “Mangupura” Badung

Unwar Perkuat Daya Saing Perguruan Tinggi Bali

Keikutsertaan Universitas Warmadewa dalam AERLA Angkatan I menjadi momentum untuk memperkaya perspektif pengembangan kampus melalui pertukaran gagasan dan pengalaman dengan perguruan tinggi lain di Indonesia.

Status Unwar sebagai satu-satunya PTS dari Bali yang mengikuti program ini juga membuka peluang untuk memperluas kolaborasi serta mengadopsi strategi pengelolaan institusi yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi.

Melalui penyelesaian AERLA dan perolehan gelar CHEL, Prof. Pandit menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan, memperkuat tata kelola, serta mengembangkan inovasi dan kemitraan di lingkungan Unwar.

Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat posisi Universitas Warmadewa sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Bali yang terus berupaya meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR