Mangupura, baliwakenews.com
Lomba ogoh-ogoh di Kabupaten Badung sudah ditetapkann 21 ogoh-ogoh menjadi nominasi terbaik dalam penilaian tingkat zona. Nantinya para peserta akan bersaing pada penilaian tingkat kabupaten yang dilaksankan mulai tanggal 13-14 Maret 2023.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha yang dihubungi, Kamis (9/3) menjelaskan, penilaian terhadap ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna (ST) dan Yowana di Kabupaten Badung melalui dua penilaian, yakni penilaian tingkat zona dan penilaian tingkat kabupaten. Tahapan pertama, penilaian dibagi menjadi tujuh zona mengingat ada 594 Sekaa Teruna dan Yowana di Gumi Keris yang dinilai karya ogoh-ogohnya.
“Penilaian pertama dilakukan di tingkat zona. Ada tujuh zona yang kami tentukan. Masing-masing zona sudah diputuskan tiga nominasi terbaik, dan sudah diumumkan pada 5 Maret 2023. Sehingga ada 21 ogoh-ogoh yang nantinya akan dinilai pada penilaian tingkat kabupaten,” ujarnya.
Lebih lanjut Mantan Camat Petang ini melangatakan, penilaian tingkat kabupaten akan berlangsung 13-14 Maret 2023. Hasil akhirnya, akan ditentukan 6 juara antara lain Terbaik I, II, III, Harapan I, Harapan II, dan Harapan III. Sudarwitha mengungkapkan, untuk unsur-unsur penilaian sejatinya sama dengan penilaian di tingkat zona. Hanya yang membedakan adalah juri yang menilai.
“Tim juri untuk penilaian tingkat zona berbeda dengan tim juri untuk penilaian tingkat kabupaten. Juri-juri yang kami pilih berasal dari unsur professional yang memahami seni, adat, agama, tradisi dan budaya. Anggota tim juri tidak terlibat dalam proses pembuatan ogoh-ogoh peserta lomba,” terangnya.
Secara rinci Sudarwitha menjelaskan, adapun yang dinilai antara lain dari unsur estetika (Satyam) berupa tema, bahan ogoh-ogoh yang ramah lingkungan, teknik kontruksi, anatomi/proporsi, ekspresi, kreativitas (penggunaan teknologi). Sedangkan penilaian dari unsur etika (Siwam) berupa aksesoris baik dari segi gelungan, pepayasanm dan dan yang lainnya. Sementara penilaian unsur religius (Sundaram) berupa sumber sastra dan nilai-nilai Agama Hindu.
Ia juga mengapresiasi berbagai kreativitas yang muncul di tangan Sekaa Teruna dan Yowana Badung. Apalagi dalam kriteria bahan ramah lingkungan, banyak yang menggunakan bahan-bahan alami seperti daun pisang, kulit jagung, hingga koran bekas. “Karya ogoh-ogoh dari Sekaa Teruna dan Yowana Badung bervariatif dan kreatif dalam mengolah bahan-bahan alami,” ucapnya. BWN-05

































