Denpasar, baliwakenews.com
Universitas Ngurah Rai (UNR) menyelenggarakan simposium internasional yang dihadiri oleh akademisi dari berbagai universitas di Bali dan Indonesia, serta mitra internasional. Acara ini memperkuat kerja sama dan mengimplementasikan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah dijalin dengan Charles Darwin University (CDU) Australia. Bertajuk “Seri Lokakarya Simposium Akademik Internasional: Transformasi Pengetahuan Menjadi Dampak: Kolaborasi untuk Kemajuan Regional”, simposium ini berlangsung di kampus UNR, Denpasar, pada hari Senin, 14 Juli 2025.
Rektor UNR, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, M.M., M.Hum, menyatakan bahwa simposium ini diharapkan dapat memberikan dampak positif baik di dalam maupun luar UNR dengan berbagai universitas di seluruh Indonesia.
“Simposium ini merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani tahun lalu. Kami telah melaksanakan berbagai kegiatan sebelumnya, dan saya sering mengunjungi Charles Darwin University atas undangan mereka untuk melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi (tiga pilar pendidikan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat),” ujarnya usai upacara pembukaan.
Puluhan akademisi hadir, bersama Wakil Rektor CDU untuk Urusan Indonesia, Dr. Nathan Franklin, Konsul Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., dan tamu lainnya.
Memperkuat Hubungan Bilateral Melalui Pendidikan
Kolaborasi antara UNR dan CDU bertujuan untuk meningkatkan kualitas kedua institusi sekaligus mensosialisasikan kebijakan pemerintah daerah kepada publik. UNR menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Indonesia dan Australia.
Prof. Tirka menyoroti kehadiran tiga mahasiswa doktoral penerima beasiswa LPDP yang sedang menempuh pendidikan di CDU, menjadikan acara ini semakin istimewa.
“Ini menunjukkan jalur bagi dosen kami di UNR dan universitas lain untuk mendapatkan beasiswa serupa. Ini merupakan kesempatan belajar yang luar biasa bagi dosen muda,” ujar Prof. Tirka, mengenang beasiswa luar negerinya tahun 1982.
Ia mengapresiasi kehadiran dan dukungan Konsul Jenderal Australia dan Kepala LLDIKTI Wilayah VIII dalam mewujudkan visi kedua universitas untuk perkembangan positif di Bali dan Darwin. “Sebagai institusi pendidikan, integrasi pendidikan dengan pariwisata dan budaya juga vital,” tambah Prof. Tirka.
Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman
Wakil Rektor CDU untuk Urusan Indonesia, Dr. Nathan Franklin, menyatakan bahwa kolaborasi ini telah memberikan wawasan berharga tentang praktik kebijakan publik Indonesia, termasuk otonomi daerah, pemekaran wilayah sejak era reformasi, dan lainnya.
“Keahlian UNR dalam kebijakan publik sangat penting bagi tata kelola pemerintahan di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten. Kita dapat bertukar pengalaman tentang tantangan yang dihadapi di Darwin dan Indonesia, membahas keberhasilan dan area yang perlu ditingkatkan,” tambahnya.
CDU juga menginisiasi program pertukaran mahasiswa dan dosen dengan UNR, sebuah komponen kunci dari Nota Kesepahaman (MoU). “CDU berkomitmen untuk memperkuat hubungan ini dan sepenuhnya mengimplementasikan MoU. Bali adalah sahabat karib Australia dalam segala hal,” ujar Franklin.
Berinvestasi dalam Sumber Daya Manusia
Prof. Tirka dan Dr. Franklin merupakan alumni program pertukaran mahasiswa antara kedua negara. Mereka percaya bahwa pertukaran semacam itu merupakan investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia.
Simposium ini menampilkan presentasi dari mahasiswa PhD yang belajar di CDU tentang Beasiswa LPDP, yang bertujuan untuk menginspirasi para peserta, terutama dosen UNR, dalam meraih penghargaan bergengsi dari pemerintah ini.
Merefleksikan hubungannya yang panjang dengan Darwin sejak SMP, Prof. Tirka mengungkapkan potensi signifikan yang belum dimanfaatkan oleh pemerintah daerah Bali di sektor-sektor seperti pendidikan, ketenagakerjaan, budaya, dan pariwisata. Beliau menyoroti keberadaan organisasi “Bali Darwin Community” di Kota Darwin, yang beranggotakan para migran Bali.
“Saya berharap pemerintah kita dapat mengeksplorasi potensi ini untuk menciptakan peluang yang saling menguntungkan,” pungkas Prof. Tirka. BWN-03

































