Badung, baliwakenews.com
Alur Tukad Mati Legian kembali diserbu sampah, Rabu (19/8) lalu. Bahkan sampah menumpuk pada steger panggung perlombaan. Padahal tiga hari sebelumnya digela lomba kayak yang dihelat LPM Legian di sana. Karena Waka II Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Legian I Ketut Sentanu sangat menyayangkan kondisi tersebut. Lolosnya sampah tersebut diduga karane trash rack yang ada di perbatasan tukad mati Legian tidak berfungsi untuk menahan sampah tersebut. “Sepertinya ini karena trash rack yang ada di perbatasan itu dibuka. Sehingga sampah lolos kesini, ke alur Legian,” tegasnya.
Sentanu berharap trash rack yang ada di perbatasan itu bisa difungsikan sebagaimana mestinya untuk mengangkat sampah yang ada di alur sungai.
“Jangan takut rusak, karena memang itulah fungsi dari alat tersebut,” tegasnya. Pria yang akrab disapa Gilak tersebut mengungkapkan pihaknya di LPM bersama masyarakat Legian sangatlah peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Tukad Mati tersebut. Bahkan ada banyak program LPM yang diarahkan untuk mewujudkan sungai yang layak menjadi tempat rekreasi alternatif bagi masyarakat yang juga digadang gadang untuk objek wisata tersebut.
“Kegiatan bersih-bersih di Tukad Mati sudah rutin kami laksanakan, termasuk melibatkan para pemulung,” imbuhnya. Demikian juga agenda Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-17 LPM Legian banyak yang dikaitkan dengan peningkatan kepedulian masyarakat kepada Tukad Mati. Seperti lomba mancing yang pesertanya juga diwajibkan memungut sampah di alur Tukad Mati, balap kayak, serta lomba taman telajakan Tukad Mati. “Jadi, setelah semua itu kami laksanakan dengan penuh kesadaran dan komitmen, kami benar-benar merasa dicederai oleh masih adanya perilaku membuang sampah ke alur Tukad Mati,” tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung IB Surya Suamba dikonfirmasi akan hal ini Kamis (20/8), menyebut kalau kejadian tersebut berkaitan dengan dilakukannya langkah pemeliharaan. “Kalau ada sampah yang lepas, itu biasanya karena ada pemeliharaan. Jaringnya diangkat, untuk diperbaiki,” ungkapnya sembari menambahkan hal tersebut menjadi salah satu evaluasi pihaknya ke depan. Dimana diusulkan penyempurnaan, sehingga ke depan tidak ada lagi sampah yang lolos begitu dilakukan pemeliharaan. BWN-04

































